Plus Minus Duet Anies Baswedan - Gus Yasin di Pilpres 2024
Kamis, 10 Februari 2022 - 06:35 WIB
loading...
A
A
A
“Berkaca pada Pilgub Jawa Tengah 2018, Gus Yasin menjadi vote getter yang cukup efektif dan terbukti telah memberi sumbangan suara cukup signifikan terhadap Ganjar Pranowo. Ganjar yang semula kabarnya tidak akan dicalonkan PDIP, karena menemukan Gus Yasin sebagai pasangannya, akhirnya dicalonkan,” kata Pengamat Politik Tony Rosyid kepada SINDOnews, Rabu (9/2/2022).
Dia mengatakan, untuk meraih suara Jawa Tengah (Jateng), juga tambahan untuk Jawa Timur (Jatim), Gus Yasin menjadi pilihan yang cukup baik untuk dipasangkan dengan Anies Baswedan. “Anies kuat di Jawa Barat, sebagian Jatim, Sumatera dan Sulawesi, maka jika berpasangan dengan Gus Yasin yang kuat di Jateng, ini akan menjadi pasangan yang saling mengisi dan melengkapi,” kata Tony.
Baca: Plus Minus Duet Anies Baswedan - Andika Perkasa
Tony menambahkan, selain lumayan kuat di Jateng, Gus Yasin adalah tokoh Nahdlatul Ulama (NU). “Gus Yasin putra Kiai kharismatik dan berpengaruh, yaitu K.H. Maemoen Zubair. Ini juga akan menjadi magnet bagi warga NU untuk ikut menambah suara,” ungkapnya.
Hanya saja, lanjut dia, Gus Yasin berasal dari PPP yang saat Pemilu 2019 hanya mendapatkan suara lima persen. “Ini tak mudah untuk meyakinkan partai-partai lain sesama pengusung Anies yang memiliki jumlah suara lebih besar dan kursi yang jauh lebih banyak di DPR,” pungkasnya.
Dia mengatakan, untuk meraih suara Jawa Tengah (Jateng), juga tambahan untuk Jawa Timur (Jatim), Gus Yasin menjadi pilihan yang cukup baik untuk dipasangkan dengan Anies Baswedan. “Anies kuat di Jawa Barat, sebagian Jatim, Sumatera dan Sulawesi, maka jika berpasangan dengan Gus Yasin yang kuat di Jateng, ini akan menjadi pasangan yang saling mengisi dan melengkapi,” kata Tony.
Baca: Plus Minus Duet Anies Baswedan - Andika Perkasa
Tony menambahkan, selain lumayan kuat di Jateng, Gus Yasin adalah tokoh Nahdlatul Ulama (NU). “Gus Yasin putra Kiai kharismatik dan berpengaruh, yaitu K.H. Maemoen Zubair. Ini juga akan menjadi magnet bagi warga NU untuk ikut menambah suara,” ungkapnya.
Hanya saja, lanjut dia, Gus Yasin berasal dari PPP yang saat Pemilu 2019 hanya mendapatkan suara lima persen. “Ini tak mudah untuk meyakinkan partai-partai lain sesama pengusung Anies yang memiliki jumlah suara lebih besar dan kursi yang jauh lebih banyak di DPR,” pungkasnya.
Lihat Juga :