Gunung Anak Krakatau Overpressure sejak Desember, Saat Ini Deformasi
Rabu, 09 Februari 2022 - 15:19 WIB
loading...
A
A
A
“Namun pada tanggal 3 Februari mulai teramati hembusan asap yang menerus yang berwarna kelabu. Dan pada tanggal 4 sampai 6 Februari teramati aktivitas letusan dengan kolom asap berwarna kelabu. Ketinggian berkisar antara 800 hingga 2.000 meter di atas puncak,” ujar Eko.
Jadi aktivitas kali ini, kata Eko, merupakan aktivitas magmatik ditandai dengan terdeteksinya gas SO2. “Namun demikian, anomali thermal belum teramati satelit artinya belum ada artinya bahwa aktivitas yang terjadi ini didominasi oleh aktivitas eksplosif atau lontaran material piroklastik daripada aktivitas efusif yang berupa aliran lava,” paparnya.
Sementara itu, Eko mengatakan dari data deformasi dari satelit juga belum mengindikasikan adanya perubahan yang signifikan. “Data tide meter yang kami pasang di lapangan menunjukkan ada deformasi permukaan dari gunung api Gunung Anak Krakatau, namun belum menunjukkan hal yang signifikan,” ujar dia.
Jadi aktivitas kali ini, kata Eko, merupakan aktivitas magmatik ditandai dengan terdeteksinya gas SO2. “Namun demikian, anomali thermal belum teramati satelit artinya belum ada artinya bahwa aktivitas yang terjadi ini didominasi oleh aktivitas eksplosif atau lontaran material piroklastik daripada aktivitas efusif yang berupa aliran lava,” paparnya.
Sementara itu, Eko mengatakan dari data deformasi dari satelit juga belum mengindikasikan adanya perubahan yang signifikan. “Data tide meter yang kami pasang di lapangan menunjukkan ada deformasi permukaan dari gunung api Gunung Anak Krakatau, namun belum menunjukkan hal yang signifikan,” ujar dia.
(muh)
Lihat Juga :