Jenderal Dudung Santri Pesantren Buntet Cirebon, Habib Husein Ba'agil Berikan Buktinya
Rabu, 09 Februari 2022 - 13:10 WIB
loading...
A
A
A
Dari unggahan foto itu belum diketahui pasti yang mana Jenderal Dudung. Selain karena kualitas foto yang kurang baik, juga cukup banyak santri yang ikut berfoto. Namun memang ada satu santri yang agak mirip Dudung.
Habib Husein Ba'agil dikenal sebagai ulama asal Tuban, Jawa Timur, yang dekat dengan TNI, termasuk Jenderal Dudung. Habib Husein terlihat hadir saat Dudung menerima 3 brevet dari Kopassus pada 12 Desember 2021. Tak hanya hadir, Habib Husein juga menemani Dudung ketika diarak anggota Kopassus hingga ketika diwawancara media.
Jenderal Dudung sendiri juga pernah mengakui bahwa dirinya seorang santri. Dia mengklaim tidak pernah meninggalkan salat lima waktu dan puasa. "Saya santri saya tidak pernah lewat (salat) lima waktunya, tidak pernah lewat puasanya. Jadi kalau saya mengatakan menjauhi Islam salah betul," katanya.
Baca juga: Jenderal Dudung Ngaku Santri: Saya Salat dan Puasa Tak Pernah Lewat
Dudung juga kerap menyampaikan kultum ketika mengunjungi para prajurit. Salah satu yang ia sampaikan saat kultum dan kemudian disalahtafsirkan adalah jangan sampai ada yang mendalami agama tanpa adanya bimbingan ustaz. Namun kalimat itu dipotong sehingga muncul tudingan Dudung ingin menjauhi agama.
"Di kultum itu saya menyampaikan kalau mempelajari agama jangan terlalu mendalam kalau tidak ada ustaznya, tidak ada kiainya, tidak ada guru. Ya tapi kalimat itu dipotong. Makanya kalau saya sampaikan benar sekali pun itu jadi persoalan," ujar dia.
Habib Husein Ba'agil dikenal sebagai ulama asal Tuban, Jawa Timur, yang dekat dengan TNI, termasuk Jenderal Dudung. Habib Husein terlihat hadir saat Dudung menerima 3 brevet dari Kopassus pada 12 Desember 2021. Tak hanya hadir, Habib Husein juga menemani Dudung ketika diarak anggota Kopassus hingga ketika diwawancara media.
Jenderal Dudung sendiri juga pernah mengakui bahwa dirinya seorang santri. Dia mengklaim tidak pernah meninggalkan salat lima waktu dan puasa. "Saya santri saya tidak pernah lewat (salat) lima waktunya, tidak pernah lewat puasanya. Jadi kalau saya mengatakan menjauhi Islam salah betul," katanya.
Baca juga: Jenderal Dudung Ngaku Santri: Saya Salat dan Puasa Tak Pernah Lewat
Dudung juga kerap menyampaikan kultum ketika mengunjungi para prajurit. Salah satu yang ia sampaikan saat kultum dan kemudian disalahtafsirkan adalah jangan sampai ada yang mendalami agama tanpa adanya bimbingan ustaz. Namun kalimat itu dipotong sehingga muncul tudingan Dudung ingin menjauhi agama.
"Di kultum itu saya menyampaikan kalau mempelajari agama jangan terlalu mendalam kalau tidak ada ustaznya, tidak ada kiainya, tidak ada guru. Ya tapi kalimat itu dipotong. Makanya kalau saya sampaikan benar sekali pun itu jadi persoalan," ujar dia.
(abd)
Lihat Juga :