RMI PBNU- PCINU Inggris Raya Lanjutkan Program Mentoring IELTS
Minggu, 06 Februari 2022 - 18:11 WIB
loading...
RMI PBNU dan PCINU Inggris Raya melanjutkan program mentoring IELTS untuk para santri. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - PCINU Inggris Raya dan RMI PBNU melanjutkan program kursus Bahasa Inggris dan mentoring IELTS untuk para santri. Hal ini ditegaskan pada penutupan Batch I program Mentoring IELTS, Minggu (6/2/2022).
Diikuti puluhan peserta, hadir dalam penutupan program mentoring IELST Batch I ini KH Abdul Ghaffar Rozien (Wakil Katib Syuriah PBNU, Shandy Adiguna (Ketua PCINU UK), Munawir Aziz (Sekretaris PCINU UK) serta Gus Ifan Rikhza Auladi (koordinator program IELTS), Dr Nizam Shadiq (PCINU UK), dan Mafthuhah (RMI PBNU) serta jajaran mentor dan panitia.
KH Abdul Ghaffar Rozien menyampaikan bahwa dirinya merasa senang program ini bisa berjalan secara baik, serta memberi manfaat besar untuk para santri. “Ini program yang dimulai dengan sangat baik, dengan niat yang baik, serta ditutup dengan baik pula. Saya berharap, program ini bisa diteruskan untuk sesi-sesi berikutnya, dan kepanitiaan tidak dibubarkan,” ungkap Gus Rozien.
Baca juga: Gelar Harlah di Kampung Nelayan NTT, PBNU Ingin Perkuat Sektor Kemaritiman
Gus Rozien mengenang dirinya yang pernah juga berjuang untuk menempuh pendidikan di Australia. “Saya pernah juga berjuang untuk ujian IELTS. Waktu itu, kursus selama lima pekan, dan tiap pekan tiga hari mengikuti kursus. Saya belajar tiap hari untuk speaking, listening, writing dan lainnya. Saya yakin, para santri mampu untuk melewati barrier ini,” ungkap Gus Rozien, yang menyelesikan studi master di sebuah kampus bergengsi di Australia.
Dia optimistis para santri bisa berkarya di mana pun. “Santri ini kalau diberikan kesempatan, hanya butuh waktu sebentar untuk persiapan, setelah itu unstop-able. Mereka bisa bersaing di manapun dan dengan siapapun. Hanya dibutuhkan penyesuaian diri saja, setelah itu, tidak ada lagi barrier lagi,” jelasnya.
Ketua PCINU Inggris Raya, Shandy Adiguna menyampaikan bahwa pihaknya sangat senang dengan program ini dan berterima kasih kepada RMI PBNU dan tim mentor yang telah bekerja keras. “Ini merupakan kesempatan yang istimewa bagi PCINU Inggris untuk bersama-sama khidmah, membantu santri-santri bisa belajar Bahasa Inggris, dan Insya Allah nanti bisa melanjutkan kuliah di luar negeri, di kampus-kampus terbaik dunia,” ungkap Shandy, yang merupakan praktisi ekonomi internasional di London.
Diikuti puluhan peserta, hadir dalam penutupan program mentoring IELST Batch I ini KH Abdul Ghaffar Rozien (Wakil Katib Syuriah PBNU, Shandy Adiguna (Ketua PCINU UK), Munawir Aziz (Sekretaris PCINU UK) serta Gus Ifan Rikhza Auladi (koordinator program IELTS), Dr Nizam Shadiq (PCINU UK), dan Mafthuhah (RMI PBNU) serta jajaran mentor dan panitia.
KH Abdul Ghaffar Rozien menyampaikan bahwa dirinya merasa senang program ini bisa berjalan secara baik, serta memberi manfaat besar untuk para santri. “Ini program yang dimulai dengan sangat baik, dengan niat yang baik, serta ditutup dengan baik pula. Saya berharap, program ini bisa diteruskan untuk sesi-sesi berikutnya, dan kepanitiaan tidak dibubarkan,” ungkap Gus Rozien.
Baca juga: Gelar Harlah di Kampung Nelayan NTT, PBNU Ingin Perkuat Sektor Kemaritiman
Gus Rozien mengenang dirinya yang pernah juga berjuang untuk menempuh pendidikan di Australia. “Saya pernah juga berjuang untuk ujian IELTS. Waktu itu, kursus selama lima pekan, dan tiap pekan tiga hari mengikuti kursus. Saya belajar tiap hari untuk speaking, listening, writing dan lainnya. Saya yakin, para santri mampu untuk melewati barrier ini,” ungkap Gus Rozien, yang menyelesikan studi master di sebuah kampus bergengsi di Australia.
Dia optimistis para santri bisa berkarya di mana pun. “Santri ini kalau diberikan kesempatan, hanya butuh waktu sebentar untuk persiapan, setelah itu unstop-able. Mereka bisa bersaing di manapun dan dengan siapapun. Hanya dibutuhkan penyesuaian diri saja, setelah itu, tidak ada lagi barrier lagi,” jelasnya.
Ketua PCINU Inggris Raya, Shandy Adiguna menyampaikan bahwa pihaknya sangat senang dengan program ini dan berterima kasih kepada RMI PBNU dan tim mentor yang telah bekerja keras. “Ini merupakan kesempatan yang istimewa bagi PCINU Inggris untuk bersama-sama khidmah, membantu santri-santri bisa belajar Bahasa Inggris, dan Insya Allah nanti bisa melanjutkan kuliah di luar negeri, di kampus-kampus terbaik dunia,” ungkap Shandy, yang merupakan praktisi ekonomi internasional di London.
Lihat Juga :