IKN Nusantara di Dekat Laut Cina Selatan, KSAL Akui Jadi Tantangan
Kamis, 03 Februari 2022 - 16:32 WIB
loading...
KSAL Laksamana TNI Yudo Margono saat meresmikan Koarmada RI di Pondok Dayung Jakarta Utara, Kamis (3/2/2022) pagi. FOTO/MPI/RIEZKY MAULANA
A
A
A
JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengungkapkan pihaknya berkomitmen mengamankan wilayah perairan yang berdekatan dengan Ibu Kota Negara ( IKN) Nusantara di Kalimantan Timur. Lokasi IKN Nusantara di Kabupaten Penajam Paser Utara tidak jauh dari Laut Cina Selatan (LCS) yang rawan konflik.
"Yang jelas tentunya organisasi TNI dibangun pasti untuk menjawab berbagai macam tantangan. Kalau untuk Angkatan Laut ini, pertahanan laut. Tentunya dengan perkembangan situasi yang ada pada saat ini, tentunya sudah bukan rahasia lagi bahwa situasi di LCS itu akan menjadi tantangan kita bersama," ujar Yudo Margono kepada awak media usai meresmikan Koarmada RI di Pondok Dayung Jakarta Utara, Kamis (3/2/2022) pagi.
Menurutnya, masyarakat sudah mengetahui bahwa titik rawan perairan Indonesia ada di wilayah barat adalah Laut Natuna, Selat Malaka, Selat Singapura, kemudian berbatasan dengan India, dan di timur ada di Ambalat, Pasifik, kemudian di Laut Arafuru.
"Sehingga dengan adanya berbagai tantangan-tantangan ini Koarmada RI dibentuk. Konsep Koarmada RI ini mobile. Jadi tidak perlu harus menetap di IKN Nusantara. Jadi di mana ada ancaman di situ, kekuatan ini yang bergerak menyikapi ancaman yang ada. Sama dengan Koarmada I misalnya, yang nantinya akan saya geser kemungkinan ke Kepri. Karena ancamannya di sana semua," kata Yudo Margono.
"Yang jelas tentunya organisasi TNI dibangun pasti untuk menjawab berbagai macam tantangan. Kalau untuk Angkatan Laut ini, pertahanan laut. Tentunya dengan perkembangan situasi yang ada pada saat ini, tentunya sudah bukan rahasia lagi bahwa situasi di LCS itu akan menjadi tantangan kita bersama," ujar Yudo Margono kepada awak media usai meresmikan Koarmada RI di Pondok Dayung Jakarta Utara, Kamis (3/2/2022) pagi.
Menurutnya, masyarakat sudah mengetahui bahwa titik rawan perairan Indonesia ada di wilayah barat adalah Laut Natuna, Selat Malaka, Selat Singapura, kemudian berbatasan dengan India, dan di timur ada di Ambalat, Pasifik, kemudian di Laut Arafuru.
"Sehingga dengan adanya berbagai tantangan-tantangan ini Koarmada RI dibentuk. Konsep Koarmada RI ini mobile. Jadi tidak perlu harus menetap di IKN Nusantara. Jadi di mana ada ancaman di situ, kekuatan ini yang bergerak menyikapi ancaman yang ada. Sama dengan Koarmada I misalnya, yang nantinya akan saya geser kemungkinan ke Kepri. Karena ancamannya di sana semua," kata Yudo Margono.
Lihat Juga :