Kutip Hendropriyono, KSAD Dudung: Ujung Gerakan Intoleran adalah Terorisme
Minggu, 30 Januari 2022 - 09:32 WIB
loading...
A
A
A
Istilah itu pun juga diambilnya dari Abah Lutfi (Habib Lutfi bin Yahya), dimana tidak memberikan peluang sejengkal pun terhadap kelompok intoleran dan berpegang teguh terhadap empat pilar kebangsaan.
"Komitmen kita pada Merah Putih tidak boleh ditawar lagi, Indonesia terlahir sebuah keniscayaan akan keberagaman dan perbedaan, dalam perbedaan itulah terletak kekuatan kita sebagai bangsa," ucapnya.
Acara peluncuran buku ini dihadiri sejumlah tokoh di antaranya mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono, anggota Dewan Pertimbangan Presiden Habib Luthfi bin Yahya, Gus Muwaffiq, politikus kawakan PDIP Efendi Simbolon.
"Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI serta UUD 1945 merupakan empat pilar kebangsaan yang harus kita jaga, agar Indonesia tidak goyah dan jatuh kepada tangan perusak persatuan dan kesatuan," kata Dudung.
"Komitmen kita pada Merah Putih tidak boleh ditawar lagi, Indonesia terlahir sebuah keniscayaan akan keberagaman dan perbedaan, dalam perbedaan itulah terletak kekuatan kita sebagai bangsa," ucapnya.
Acara peluncuran buku ini dihadiri sejumlah tokoh di antaranya mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono, anggota Dewan Pertimbangan Presiden Habib Luthfi bin Yahya, Gus Muwaffiq, politikus kawakan PDIP Efendi Simbolon.
"Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI serta UUD 1945 merupakan empat pilar kebangsaan yang harus kita jaga, agar Indonesia tidak goyah dan jatuh kepada tangan perusak persatuan dan kesatuan," kata Dudung.
(muh)
Lihat Juga :