Kutip Hendropriyono, KSAD Dudung: Ujung Gerakan Intoleran adalah Terorisme
Minggu, 30 Januari 2022 - 09:32 WIB
loading...
Sejumlah tokoh hadir dalam beluncuran buku KSAD Jenderal Dudung Abdurachman di Hotel Rafless Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (29/1/2022). Foto/Instagram TNI AD
A
A
A
JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman menilai perkembangan radikalisme dan gerakan intoleran sudah masuk seluruh lapisan elemen masyarakat. Karena itu, dia meminta agar gerakan intoleran harus diwaspadai.
"Saya sudah perintahkan kepada seluruh jajaran TNI Angkatan Darat, agar jangan ragu-ragu untuk mengadapi mereka, dan jangan berlebihan karena gerakan-gerakan ini sangat pesat perkembangannya," tuturnya dalam rilis peluncuran buku berjudul Dudung Abdurachman Membongkar Operasi Psikologi Gerakan Intoleransi di Ballroom B - Hotel Rafless Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (29/1/2022).
Baca juga: Diiringi Tembakan Salvo, KSAD Dudung Pimpin Pemakaman Sertu Anumerta Rizal di TMP Cikutra
Menurut Dudung, membiarkan gerakan intoleran sama halnya dengan memberikan kesempatan bahaya berkembang. Itu sebabnya dalam buku yang ditulis oleh Raylis Sumitra tersebut, Dudung menekankan kewaspadaannya terhadap kelompok intoleran yang mencoba merobohkan empat pilar kebangsaan.
"Saya meminjam istilah, Jenderal TNI Purn Prof Dr AM Hendropriyono dalam pengantar buku ini, pembiaran gerakan Intoleransi di Indonesia sangat berbahaya, karena sifat dari gerakan intoleransi adalah terorisme," ujarnya.
"Saya sudah perintahkan kepada seluruh jajaran TNI Angkatan Darat, agar jangan ragu-ragu untuk mengadapi mereka, dan jangan berlebihan karena gerakan-gerakan ini sangat pesat perkembangannya," tuturnya dalam rilis peluncuran buku berjudul Dudung Abdurachman Membongkar Operasi Psikologi Gerakan Intoleransi di Ballroom B - Hotel Rafless Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (29/1/2022).
Baca juga: Diiringi Tembakan Salvo, KSAD Dudung Pimpin Pemakaman Sertu Anumerta Rizal di TMP Cikutra
Menurut Dudung, membiarkan gerakan intoleran sama halnya dengan memberikan kesempatan bahaya berkembang. Itu sebabnya dalam buku yang ditulis oleh Raylis Sumitra tersebut, Dudung menekankan kewaspadaannya terhadap kelompok intoleran yang mencoba merobohkan empat pilar kebangsaan.
"Saya meminjam istilah, Jenderal TNI Purn Prof Dr AM Hendropriyono dalam pengantar buku ini, pembiaran gerakan Intoleransi di Indonesia sangat berbahaya, karena sifat dari gerakan intoleransi adalah terorisme," ujarnya.
Lihat Juga :