Dibandingkan 5 Negara Ini, Kemenkes Klaim Kasus Covid-19 di Indonesia Terkendali

Sabtu, 29 Januari 2022 - 02:18 WIB
loading...
Dibandingkan 5 Negara Ini, Kemenkes Klaim Kasus Covid-19 di Indonesia Terkendali
Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengklaim kasus Covid-19 di Indonesia terkendali ketimbang lima negara lain di Asia. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengklaim kasus Covid-19 di Indonesia terkendali ketimbang lima negara lain di Asia. Jika dibandingkan India, Filipina, Singapura, Malaysia, dan Thailand, Indonesia memiliki penambahan kasus konfirmasi yang jumlahnya rendah.

Nadia mengungkap, berdasarkan data dari ourwordindata.org, kasus Covid-19 baru yang dikonfirmasi per 1 juta penduduk terlihat grafik penambahan Indonesia dominan landai. Per tanggal 26 Januari, angka konfirmasi positif di indonesia sebesar 13,27 per 1 juta penduduk. Angka itu jauh lebih dengan 5 negara di atas.

Nadia menyebut, Singapura mencatat konfirmasi positif sebesar 825,80 per 1 juta penduduk, Filipina sebesar 233,71 per 1 juta penduduk, dan India sebesar 220,71 per 1 juta penduduk. Kemudian, Malaysia sebesar 121,19 per 1 juta penduduk, serta Thailand sebesar 110,20 per 1 juta penduduk.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Strategi Antisipasi Gelombang Ketiga Omicron

"Kementerian Kesehatan melakukan berbagai upaya dengan membuat regulasi yang mengarah pada pencegahan penyebaran Covid-19," ujar Nadia, Jumat (28/1/2022).

Nadia menegaskan, pihaknya juga melakukan penyediaan fasilitas di rumah sakit. Terutama tempat tidur perawatan disediakan secara maksimal. "Secara nasional, Kementerian Kesehatan menyediakan tempat tidur perawatan di rumah sakit berjumlah 120.000 hingga 130.000," ungkapnya.



Baca juga: BOR di Jakarta Naik 45%, Jumlah Omicron Transmisi Lokal Melebihi Kasus Impor

Tak hanya itu, sambung dia, Kemenkes juga telah menyediakan layanan telemedisin bagi pasien isolasi mandiri (isoman) untuk mengurangi mobilitas. Layanan tersebut memberikan kemudahan bagi pasien untuk melakukan konsultasi hingga mendapatkan obat gratis.

“Kami selalu mengimbau masyarakat untuk tidak bepergian jika tidak terlalu penting. Bahkan saat ini di tengah melandanya kasus varian Omicron kami selalu meminta masyarakat untuk menunda perjalanan luar negeri karena penyebaran kasus varian itu banyak terjadi di luar negeri,” ucapnya.

(cip)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3372 seconds (10.101#12.26)