Pengurus Pusat 2021-2025 Dilantik, Ini Program Prioritas JSIT Indonesia
Senin, 24 Januari 2022 - 22:03 WIB
loading...
Ketua Umum JSIT Indonesia 2021-2025, Fahmi Zulkarnain, dalam acara Pelantikan Pengurus Pusat JSIT Indonesia masa bakti 2021-2025, di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Minggu 23 Januari 2022. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia menggelar Pelantikan Pengurus Pusat JSIT Indonesia masa bakti 2021-2025. Acara ini digelar di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Minggu 23 Januari 2022.
Baca juga: Fahmi Zulkarnain Terpilih Jadi Ketua Umum JSIT Indonesia Periode 2021-2025
Ketua Umum JSIT Indonesia 2021-2025, Fahmi Zulkarnain mengatakan, momentum pelantikan menjadi kesempatan berharga dalam upaya menyebarkan Islam ke penjuru negeri, menyemai akhlak mulia dalam dakwah berbasis pendidikan.
"Alhamdulilah pada kesempatan yang baik ini, Allah berkenan memberikan kepercayaan kepada kita untuk menjalankan misi suci profetik," kata Fahmi dalam keterangannya, Senin (24/1/2022).
![Pengurus Pusat 2021-2025 Dilantik, Ini Program Prioritas JSIT Indonesia]()
"Yaitu, innama Buistu Liutammima Makarimal Akhlak, menyempurnakan akhlak dan misi suci konstitusi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa," tambahnya.
Bangsa yang cerdas dan berakhlak jelas Fahmi, adalah bangsa yang mendayagunakan karunia Allah berupa daya pikir dan zikir, yang dengan itu semua manusia akan sukses menunaikan tugas sebagai khalifah Allah di Bumi.
Baca juga: Fahmi Zulkarnain Terpilih Jadi Ketua Umum JSIT Indonesia Periode 2021-2025
Ketua Umum JSIT Indonesia 2021-2025, Fahmi Zulkarnain mengatakan, momentum pelantikan menjadi kesempatan berharga dalam upaya menyebarkan Islam ke penjuru negeri, menyemai akhlak mulia dalam dakwah berbasis pendidikan.
"Alhamdulilah pada kesempatan yang baik ini, Allah berkenan memberikan kepercayaan kepada kita untuk menjalankan misi suci profetik," kata Fahmi dalam keterangannya, Senin (24/1/2022).

"Yaitu, innama Buistu Liutammima Makarimal Akhlak, menyempurnakan akhlak dan misi suci konstitusi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa," tambahnya.
Bangsa yang cerdas dan berakhlak jelas Fahmi, adalah bangsa yang mendayagunakan karunia Allah berupa daya pikir dan zikir, yang dengan itu semua manusia akan sukses menunaikan tugas sebagai khalifah Allah di Bumi.
Lihat Juga :