Sosiolog UIN Sebut Daya Tahan Orang Kota Lebih Kuat Dibanding Orang Desa
Senin, 24 Januari 2022 - 09:21 WIB
loading...
A
A
A
“Pengetatan PPKM, PSBB, dan lain-lain itu lebih banyak tersorot di lingkungan Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur sehingga pengetatan ini juga menyebabkan orang terganggu kebahagiaannya,” ungkapnya.
Kendati demikian, Tantan berpandangan, masyarakat perkotaan secara umum jauh lebih kuat bertahan ketimbang yang tinggal di perdesaan. Masyarakat kota sejak lama, bahkan mungkin sejak lahir, sudah terdidik menjadi pribadi yang kompetitif. Mereka biasa berkompetisi dalam kehidupannya sehingga cenderung memiliki strategi cara bertahan, mencari peluang, dan cara keluar dari setiap krisis.
Berbeda dengan masyarakat desa yang polanya cenderung homogen. Meskipun semangat komunalisme yang tinggi dan cenderung mudah mendapat bantuan dari lingkungan sekitar, namun kemampuan bertahan masyarakat desa jauh lebih rendah ketimbang masyarakat kota.
Dalam survei Indeks Kebahagiaan Indonesia 2021 yang dirilis BPS, indeks kebahagiaan masyarakat perkotaan lebih tinggi yakni 71,73 dibanding masyarakat perdesaan yang hanya 71,17. Kendati keduanya sama-sama meningkat, indeks kebahagiaan masyarakat desa naik lebih tinggi dibandingkan masyarakat perkotaan.
“Itulah yang membuat masyarakat kota jauh lebih kompetitif dan akhirnya menghasilkan sikap kebertahanan yang kuat. Jadi, lingkungan sangat menentukan bagaimana mereka bertahan,” pungkasnya.
Kendati demikian, Tantan berpandangan, masyarakat perkotaan secara umum jauh lebih kuat bertahan ketimbang yang tinggal di perdesaan. Masyarakat kota sejak lama, bahkan mungkin sejak lahir, sudah terdidik menjadi pribadi yang kompetitif. Mereka biasa berkompetisi dalam kehidupannya sehingga cenderung memiliki strategi cara bertahan, mencari peluang, dan cara keluar dari setiap krisis.
Berbeda dengan masyarakat desa yang polanya cenderung homogen. Meskipun semangat komunalisme yang tinggi dan cenderung mudah mendapat bantuan dari lingkungan sekitar, namun kemampuan bertahan masyarakat desa jauh lebih rendah ketimbang masyarakat kota.
Dalam survei Indeks Kebahagiaan Indonesia 2021 yang dirilis BPS, indeks kebahagiaan masyarakat perkotaan lebih tinggi yakni 71,73 dibanding masyarakat perdesaan yang hanya 71,17. Kendati keduanya sama-sama meningkat, indeks kebahagiaan masyarakat desa naik lebih tinggi dibandingkan masyarakat perkotaan.
“Itulah yang membuat masyarakat kota jauh lebih kompetitif dan akhirnya menghasilkan sikap kebertahanan yang kuat. Jadi, lingkungan sangat menentukan bagaimana mereka bertahan,” pungkasnya.
(cip)
Lihat Juga :