Buku Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto Mengabdi untuk Rakyat Diharapkan Jadi Inspirasi Bekerja Total
Minggu, 23 Januari 2022 - 20:03 WIB
loading...
A
A
A
Penyunting Buku, Marsma TNI Mukti Arja Berlian mengatakan sosok Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bukanlah pribadi yang suka diekpose ke masyarakat. Namun, ia bersyukur Hadi Tjahjanto bersedia setelah melalui diskusi.
"Ia itu energinya luar biasa, tapi tidak terlalu suka diekpose. Namun, kami yakinkan dengan maksud dari buku ini bukan untuk bapak, tapi untuk masyarakat," paparnya.
Dia menyakini melalui keteladanan sosok Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang dituangkan dalam 161 halaman akan mampu meningkatkan kualitas pembaca dari pengalaman orang lain. "Poin, buku ini memberikan inspirasi, seseorang harus total ketika menjalankan profesinya dengan amanahnya," ungkapnya.
Mengenai cover buku Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memeluk anak-anak Papua, dia menyebut itu sebuah kedekatan. Foto itu diambil ketika Marsekal TNI Hadi ke Papua. Baca juga: Momen Jokowi Bertemu Eks Panglima TNI Hadi Tjahjanto di Sirkuit Mandalika
"Kejadian di Asmat saat pandemi Difteri. Perjalanan dari Jakarta-Asmat melalui berbagai rute yang tidak layak. Perjalanan yang sulit. Suku Asmat tinggal di daerah seperti rawa-rawa. Jalan dan rumah dibangun di atas rawa-rawa," terangnya.
"Ia itu energinya luar biasa, tapi tidak terlalu suka diekpose. Namun, kami yakinkan dengan maksud dari buku ini bukan untuk bapak, tapi untuk masyarakat," paparnya.
Dia menyakini melalui keteladanan sosok Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang dituangkan dalam 161 halaman akan mampu meningkatkan kualitas pembaca dari pengalaman orang lain. "Poin, buku ini memberikan inspirasi, seseorang harus total ketika menjalankan profesinya dengan amanahnya," ungkapnya.
Mengenai cover buku Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memeluk anak-anak Papua, dia menyebut itu sebuah kedekatan. Foto itu diambil ketika Marsekal TNI Hadi ke Papua. Baca juga: Momen Jokowi Bertemu Eks Panglima TNI Hadi Tjahjanto di Sirkuit Mandalika
"Kejadian di Asmat saat pandemi Difteri. Perjalanan dari Jakarta-Asmat melalui berbagai rute yang tidak layak. Perjalanan yang sulit. Suku Asmat tinggal di daerah seperti rawa-rawa. Jalan dan rumah dibangun di atas rawa-rawa," terangnya.
(kri)
Lihat Juga :