Perindo Berharap Ada Sistem yang Menjamin Transparansi untuk Cegah Korupsi
Jum'at, 21 Januari 2022 - 16:09 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, ruang digitalisasi dapat mengurangi adanya interaksi antarpihak. Celah-celah potensi korupsi diharapkan berkurang sejalan dengan terbatasnya interaksi antarpihak. "Jadi, ketika interaksi antarpihak tidak terjadi, rasanya agak susah untuk menemukan ruang-ruang gelap untuk terjadinya kesepakatan-kesekapatan yang koruptif," katanya.
Tantangan untuk memberantas korupsi ke depan lainnya, kata Christophorus, seluruh pihak harus pandai memetakan titik-titik yang menjadi pintu masuk terjadinya tindak pidana korupsi. "Contoh, mengenai pagu anggaran, harga yang ditetapkan dalam tender, mestinya dalam penetapan harga itu kita sudah mulai memakai kajian yang mendekati titik keenomisan," katanya.
Baca juga: Dukung Sikap Presiden Atas RUU TPKS, Partai Perindo: Segera Sahkan Guna Lindungi Perempuan dan Anak
Christophorus juga berharap adanya kesamaan pemikiran antarseluruh elemen jika ingin Indonesia bebas dari korupsi. Korupsi haruslah dimaknai sebagai musuh bersama. Ia menilai hal itu memang sulit dilakukan. Sebab, menurutnya, masih ada disparitas antara konsep dan pelaksanaan.
"Tetapi disparitas itu bisa diperkecil ketika semua sistem sudah mengarah ke sana. Sehingga, ketika transparansi sudah terjadi, maka rasanya sangat mustahil untuk bisa dilakukan transaksi-transaksi yang mengarah ke tindak pidana korupsi," katanya.
Tantangan untuk memberantas korupsi ke depan lainnya, kata Christophorus, seluruh pihak harus pandai memetakan titik-titik yang menjadi pintu masuk terjadinya tindak pidana korupsi. "Contoh, mengenai pagu anggaran, harga yang ditetapkan dalam tender, mestinya dalam penetapan harga itu kita sudah mulai memakai kajian yang mendekati titik keenomisan," katanya.
Baca juga: Dukung Sikap Presiden Atas RUU TPKS, Partai Perindo: Segera Sahkan Guna Lindungi Perempuan dan Anak
Christophorus juga berharap adanya kesamaan pemikiran antarseluruh elemen jika ingin Indonesia bebas dari korupsi. Korupsi haruslah dimaknai sebagai musuh bersama. Ia menilai hal itu memang sulit dilakukan. Sebab, menurutnya, masih ada disparitas antara konsep dan pelaksanaan.
"Tetapi disparitas itu bisa diperkecil ketika semua sistem sudah mengarah ke sana. Sehingga, ketika transparansi sudah terjadi, maka rasanya sangat mustahil untuk bisa dilakukan transaksi-transaksi yang mengarah ke tindak pidana korupsi," katanya.
(abd)
Lihat Juga :