Respons Perkembangan Zaman, Kemenpora Dorong Terapkan Digitalisasi
Kamis, 11 Juni 2020 - 10:19 WIB
loading...
A
A
A
"Tahun ini kita fokus menyiapkan pembentukan Digital Motorsport Akademi bersama PP IMI. Digital Motorsport Akademi ini bisa jadi alat simulator bagi pembalap-pembalap otomotif, juga menjadi pusat pelatihan bagi pembalap-pembalap virtual yang dibina oleh PP IMI," jelas Agus Mauro.
Pada kesempatan Webinar ini, Christine Zoey Gray mengatakan, perkembangan pesat game atau esport di kalangan anak-anak harus diirngi dengan bimbingan dan panduan dari orang tua. Sebab, esport ada dampak negatifnya seperti mengakibatkan kecanduan yang ditandai dengan prilaku destruktif atau negatif. Juga berdampak negatif kepada fisik seperti pada mata dan perut karena selalu duduk sehabis makan, dan lain-lain.
Namun, esport juga memiliki dampak positif. Seperti menumbuhkan budaya kompetitif, berfikir strategi, teamwork, dll. "Jadi pembinaan Esports harus dilakukan dalam konteks yang terstruktur dan ada panduan. Agar pembinaan berjalan dengan seimbang antara di dunia maya dan dunia nyata. Mereka juga bisa mengerti jenjang karir jika ingin menekuninya," jelas Zoey.
Sementara itu, Gary Ongko Putra menjelaskan, Esport saat ini sudah tumbuh pesat di Indonesia mengikuti negara-negara lain yang sudah lebih dulu. Juga sudah banyak sponsor. Bahkan Indonesia juga sudah ada juara dunia mobile legend dan jenis esport lain.
Di luar negeri, kata dia, sudah bermunculan gaming house tempat Latihan Esport. Sepertinya juga akan ada Stadion Esport sebagai step berikutnya. "Sudah jadi industri baru. Bisa jadi pilihan karir. Pasca atlet juga bisa banyak pilihan karir yang bisa diambil. Bisa jadi coach, pembuat map, ada juga yang jadi youtuber dan banyak lagi," kata Gerry yang juga mantan gammer.
Pada kesempatan Webinar ini, Christine Zoey Gray mengatakan, perkembangan pesat game atau esport di kalangan anak-anak harus diirngi dengan bimbingan dan panduan dari orang tua. Sebab, esport ada dampak negatifnya seperti mengakibatkan kecanduan yang ditandai dengan prilaku destruktif atau negatif. Juga berdampak negatif kepada fisik seperti pada mata dan perut karena selalu duduk sehabis makan, dan lain-lain.
Namun, esport juga memiliki dampak positif. Seperti menumbuhkan budaya kompetitif, berfikir strategi, teamwork, dll. "Jadi pembinaan Esports harus dilakukan dalam konteks yang terstruktur dan ada panduan. Agar pembinaan berjalan dengan seimbang antara di dunia maya dan dunia nyata. Mereka juga bisa mengerti jenjang karir jika ingin menekuninya," jelas Zoey.
Sementara itu, Gary Ongko Putra menjelaskan, Esport saat ini sudah tumbuh pesat di Indonesia mengikuti negara-negara lain yang sudah lebih dulu. Juga sudah banyak sponsor. Bahkan Indonesia juga sudah ada juara dunia mobile legend dan jenis esport lain.
Di luar negeri, kata dia, sudah bermunculan gaming house tempat Latihan Esport. Sepertinya juga akan ada Stadion Esport sebagai step berikutnya. "Sudah jadi industri baru. Bisa jadi pilihan karir. Pasca atlet juga bisa banyak pilihan karir yang bisa diambil. Bisa jadi coach, pembuat map, ada juga yang jadi youtuber dan banyak lagi," kata Gerry yang juga mantan gammer.
(maf)
Lihat Juga :