Ridwan Kamil Siap Maju Pilpres 2024, Pengamat: Dia Realistis
Rabu, 19 Januari 2022 - 08:12 WIB
loading...
A
A
A
Akan tetapi sambung dia, Ridwan Kamil juga akan realistis. Jika nantinya mendekati tahap akhir pendaftaran calon presiden ke KPU tidak ada yang mengajaknya gabung, Gubernur Jawa Barat itu tidak akan memaksakan diri.
"Dia akan realistis. Kalau tidak ada partai yang mau mengusung, ya tentu akan mundur tuh niatnya, atau mengurungkan niatnya untuk maju di Pilpres," ujarnya.
Lebih jauh disampaikan Adi, jika berbicara Pilpres 2024, memang tidak bisa begitu saja melepaskan nama Ridwan Kamil sebagai salah satu kandidat capres. Langkah Ridwan Kamil kata dia, setidaknya sedikit berbeda dengan nama-nama yang kerap muncul di lembaga survei.
"Kalau yang lain kan masih agak diplomatis gitu ya, agak normatif. Tetapi RK dengan begitu ingin menegaskan, kalau bicara Pilpres 2024 kan tidak bisa dilepaskan dari Ridwan Kamil," jelasnya.
Menurut dia, sikap politik ini juga dilihat sebagai pengambilan keputusan yang terlalu dini. Kendati demikian, sikap ini dapat membuat publik mengingat kembali bahwa ada nama Ridwan Kamil di dalam kandidat capres, meskipun namanya belakangan ini berada di bawah dari calon-calon lain.
"Ini adalah sikap politik yang terlihat terlalu dini, tapi bagi RK yang elektabilitasnya mulai tercecer jauh dari, contoh Ganjar dan Anies, pernyataan ini adalah untuk mengingatkan memori publik bahwa RK itu penting juga untuk diperhitungkan," bebernya.
"Dia akan realistis. Kalau tidak ada partai yang mau mengusung, ya tentu akan mundur tuh niatnya, atau mengurungkan niatnya untuk maju di Pilpres," ujarnya.
Lebih jauh disampaikan Adi, jika berbicara Pilpres 2024, memang tidak bisa begitu saja melepaskan nama Ridwan Kamil sebagai salah satu kandidat capres. Langkah Ridwan Kamil kata dia, setidaknya sedikit berbeda dengan nama-nama yang kerap muncul di lembaga survei.
"Kalau yang lain kan masih agak diplomatis gitu ya, agak normatif. Tetapi RK dengan begitu ingin menegaskan, kalau bicara Pilpres 2024 kan tidak bisa dilepaskan dari Ridwan Kamil," jelasnya.
Menurut dia, sikap politik ini juga dilihat sebagai pengambilan keputusan yang terlalu dini. Kendati demikian, sikap ini dapat membuat publik mengingat kembali bahwa ada nama Ridwan Kamil di dalam kandidat capres, meskipun namanya belakangan ini berada di bawah dari calon-calon lain.
"Ini adalah sikap politik yang terlihat terlalu dini, tapi bagi RK yang elektabilitasnya mulai tercecer jauh dari, contoh Ganjar dan Anies, pernyataan ini adalah untuk mengingatkan memori publik bahwa RK itu penting juga untuk diperhitungkan," bebernya.
Lihat Juga :