Seniman Taiwan Suarakan Pesan Lingkungan dalam Pameran Metaphors About Islands di Jakarta
Selasa, 18 Januari 2022 - 10:48 WIB
loading...
A
A
A
Ia juga mengembangkan action project dengan menggunakan sandal yang diibaratkan pulau sebagai medium utamanya. Karya ini selain erat kaitannya dengan laut dan pulau, juga menanggapi isu lingkungan dan ekologis. Sementara karya seni VOLUME ESCAPE menggunakan mitos dewi laut Indonesia Nyi Roro Kidul yang serupa dengan mitos dewi laut suku Amis Taiwan, menjadi metafora untuk ribuan buruh pabrik perempuan. Narasi kehidupan setiap buruh perempuan seperti bisikan pulau yang tidak terdengar, yang membutuhkan lebih banyak curahan hati dan didengarkan.
baca juga: Kembali Digelar, Pameran Seni Biennale Jogja XVI Disambut Positif
Lalu, karya Yao Jui-Chung berkolaborasi dengan PRFRMNC.RAR dalam Kingdom of Keyeup Bodas, yang didasarkan pada fiksi "Republic of Cynic". Karya Yao Jui-Chung, singkatan dari nama negara ini adalah ROC sama seperti Republic of China, dengan humor sindiran membahas identitas nasional kepulauan Taiwan. Dan kerajaan virtual yang lain "Keyeup Bodas Kingdom" oleh PRFRMNC.RAR (bendungan Jatigede, yang direncanakan sejak masa kolonial Belanda, dibangun pada 2008 dan sepenuhnya beroperasi pada 2017, berlokasi di Jawa Barat.
Kingdom of Keyeup Bodas, karya Yao Jui-Chung
berkolaborasi dengan PRFRMNC.RAR
Karya ini menggabungkan narasi mitologi lokal, serta asal usul sejarah wilayah dan ruang memori. "Membangun hubungan diplomatik", yang merupakan tatapan imajiner yang menyindir secara halus terhadap identitas kolektif, sebuah ilusi dalam kenyataan dan solid dalam keinginan.
baca juga: Menparekraf Sandiaga Apresiasi Ajang Pameran Seni Siswa Difabel
Kemudian, karya seniman Lin Yi-Chi, Blanco Benz Altrelier dan Studio Malya. Karya berjudul Island Echoes ini menggunakan mercusuar sebagai metafora, dipadukan dengan narasi bajak laut yang mengguncang dan mempesona, yang mencoba mengeksplorasi harapan, ketakutan, ketidakpastian, hidup dan mati, kekerasan berlapis dan kerapuhan hidup.
![Seniman Taiwan Suarakan Pesan Lingkungan dalam Pameran “Metaphors About Islands” di Jakarta]()
Island Echoes, karya seniman Lin Yi-Chi, Blanco Benz Altrelier dan Studio Malya.
Menggunakan beberapa kelompok dialog untuk menyajikan rekaman realitas, pengunjung dapat berdialog dengan perangkat berbentuk seperti mercusuar, berpartisipasi dengan bahasa yang berbeda melalui "bermain membaca" untuk membangun imajinasi berbagai kelompok suara.
baca juga: Mengaktualisasikan Kembali Gagasan Seni Rupa Basuki Resobowo
Berikutnya, karya instalasi yang tak kalah keren adalah Linking, karya seniman Yuma Taru dan KOMUNITAS KAHE. Karya ini adalah jejak lintasan masyarakat Austronesia, akibat retaknya ingatan kolektif, memerlukan penelitian lebih lanjut untuk merekonstruksinya.
![Seniman Taiwan Suarakan Pesan Lingkungan dalam Pameran “Metaphors About Islands” di Jakarta]()
Linking, karya seniman Yuma Taru dan KOMUNITAS KAHE
Karya ini menyimulasikan penggalian kerang di lubang arkeologi dan jalinan tenun Atayal, mencoba menghubungkan suku Atayal di Taiwan dan budaya Austronesia Flores di Indonesia melalui ruang dan waktu. Proyek ini merupakan interpretasi alternatif dari warisan budaya Pulau Flores Selatan, merupakan titik awal untuk eksplorasi dan bertanya lebih lanjut.
baca juga: Kembali Digelar, Pameran Seni Biennale Jogja XVI Disambut Positif
Lalu, karya Yao Jui-Chung berkolaborasi dengan PRFRMNC.RAR dalam Kingdom of Keyeup Bodas, yang didasarkan pada fiksi "Republic of Cynic". Karya Yao Jui-Chung, singkatan dari nama negara ini adalah ROC sama seperti Republic of China, dengan humor sindiran membahas identitas nasional kepulauan Taiwan. Dan kerajaan virtual yang lain "Keyeup Bodas Kingdom" oleh PRFRMNC.RAR (bendungan Jatigede, yang direncanakan sejak masa kolonial Belanda, dibangun pada 2008 dan sepenuhnya beroperasi pada 2017, berlokasi di Jawa Barat.

Kingdom of Keyeup Bodas, karya Yao Jui-Chung
berkolaborasi dengan PRFRMNC.RAR
Karya ini menggabungkan narasi mitologi lokal, serta asal usul sejarah wilayah dan ruang memori. "Membangun hubungan diplomatik", yang merupakan tatapan imajiner yang menyindir secara halus terhadap identitas kolektif, sebuah ilusi dalam kenyataan dan solid dalam keinginan.
baca juga: Menparekraf Sandiaga Apresiasi Ajang Pameran Seni Siswa Difabel
Kemudian, karya seniman Lin Yi-Chi, Blanco Benz Altrelier dan Studio Malya. Karya berjudul Island Echoes ini menggunakan mercusuar sebagai metafora, dipadukan dengan narasi bajak laut yang mengguncang dan mempesona, yang mencoba mengeksplorasi harapan, ketakutan, ketidakpastian, hidup dan mati, kekerasan berlapis dan kerapuhan hidup.

Island Echoes, karya seniman Lin Yi-Chi, Blanco Benz Altrelier dan Studio Malya.
Menggunakan beberapa kelompok dialog untuk menyajikan rekaman realitas, pengunjung dapat berdialog dengan perangkat berbentuk seperti mercusuar, berpartisipasi dengan bahasa yang berbeda melalui "bermain membaca" untuk membangun imajinasi berbagai kelompok suara.
baca juga: Mengaktualisasikan Kembali Gagasan Seni Rupa Basuki Resobowo
Berikutnya, karya instalasi yang tak kalah keren adalah Linking, karya seniman Yuma Taru dan KOMUNITAS KAHE. Karya ini adalah jejak lintasan masyarakat Austronesia, akibat retaknya ingatan kolektif, memerlukan penelitian lebih lanjut untuk merekonstruksinya.

Linking, karya seniman Yuma Taru dan KOMUNITAS KAHE
Karya ini menyimulasikan penggalian kerang di lubang arkeologi dan jalinan tenun Atayal, mencoba menghubungkan suku Atayal di Taiwan dan budaya Austronesia Flores di Indonesia melalui ruang dan waktu. Proyek ini merupakan interpretasi alternatif dari warisan budaya Pulau Flores Selatan, merupakan titik awal untuk eksplorasi dan bertanya lebih lanjut.
Lihat Juga :