Ide Penundaan Pilpres Dinilai Berbahaya bagi Demokrasi
Rabu, 12 Januari 2022 - 19:24 WIB
loading...
Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia. Foto/Dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ide penundaan pemilihan presiden ( pilpres ) dinilai berbahaya bagi demokrasi dan punya maksud buruk terhadap pemerintahan saat ini. Selain itu, penundaan pilpres karena pertimbangan pengusaha butuh waktu pemulihan akibat pandemi Covid-19 dinilai alasan yang egois.
Ketua Dewan Pertimbangan Perkumpulan Indonesia Muda (PIM) Muhamad Suryawijaya menilai Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia memperlihatkan ketidakpahaman terhadap konstitusi negara. Kritikannya itu menanggapi klaim Bahlil Lahadalia bahwa dunia usaha menginginkan Pemilu 2024 diundur.
“Untuk itu, Presiden Jokowi layak segera mengambil tindakan tegas kepada pejabat dimaksud,” ujar Muhamad Suryawijaya, Rabu (12/1/2022).
Baca juga: Menteri Bahlil Sebut Kalangan Dunia Usaha Minta Pemilu 2024 Diundur
PIM menganggap usulan yang digulirkan Bahlil Lahadalia itu egois karena dua hal. “Pertama, ini hanya mengakomodasi kepentingan kelompok pengusaha tertentu saja, alih-alih dunia usaha secara keseluruhan,” imbuhnya.
Ketua Dewan Pertimbangan Perkumpulan Indonesia Muda (PIM) Muhamad Suryawijaya menilai Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia memperlihatkan ketidakpahaman terhadap konstitusi negara. Kritikannya itu menanggapi klaim Bahlil Lahadalia bahwa dunia usaha menginginkan Pemilu 2024 diundur.
“Untuk itu, Presiden Jokowi layak segera mengambil tindakan tegas kepada pejabat dimaksud,” ujar Muhamad Suryawijaya, Rabu (12/1/2022).
Baca juga: Menteri Bahlil Sebut Kalangan Dunia Usaha Minta Pemilu 2024 Diundur
PIM menganggap usulan yang digulirkan Bahlil Lahadalia itu egois karena dua hal. “Pertama, ini hanya mengakomodasi kepentingan kelompok pengusaha tertentu saja, alih-alih dunia usaha secara keseluruhan,” imbuhnya.
Lihat Juga :