Survei: Prabowo Paling Berpeluang Maju Jadi Capres 2024 dari Unsur Parpol
Minggu, 09 Januari 2022 - 15:23 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian, muncul kembali nama mantan presiden sekaligus Ketua Umum DPP PDI-Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dengan elektabilitas 4,6%. Lalu, Ketua umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh dengan elektabilitas 1,6%.
Di peringkat keenam, terdapat sosok Ketua Umum DPP PKB yang juga tengah didorong sebagai capres di 2024, Muhaimin Iskandar dengan elektabilitas 1,5%. Sementara, Ketua Umum DPP PKS Ahmad Syaikhu elektabilitasnya sebesar 1,3%.
Sementara, Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan dan Ketua Umum DPP PPP, Suharso Monoarfa elektabilitasnya masih berada di kisaran angka 0% untuk maju sebagai capres.
Baca juga: Survei Indikator: Elektabilitas Prabowo dan Ganjar Makin Bersaing Ketat Jelang
Untuk diketahui, survei Indikator ini dilakukan pada periode 6-11 Desember 2021. Adapun, survei menggunakan metode multistage random sampling. Sementara, total sampel 2.020 responden dengan jumlah sapel basis sebanyak 1.220 orang tersebar proporsional di 34 provinsi serta dilakukan penambahan sebanyak 800 responden di Jawa Timur.
Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel basis 1.220 responden memiliki toleransi kesahalan (margin of error) sekitar 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.
Di peringkat keenam, terdapat sosok Ketua Umum DPP PKB yang juga tengah didorong sebagai capres di 2024, Muhaimin Iskandar dengan elektabilitas 1,5%. Sementara, Ketua Umum DPP PKS Ahmad Syaikhu elektabilitasnya sebesar 1,3%.
Sementara, Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan dan Ketua Umum DPP PPP, Suharso Monoarfa elektabilitasnya masih berada di kisaran angka 0% untuk maju sebagai capres.
Baca juga: Survei Indikator: Elektabilitas Prabowo dan Ganjar Makin Bersaing Ketat Jelang
Untuk diketahui, survei Indikator ini dilakukan pada periode 6-11 Desember 2021. Adapun, survei menggunakan metode multistage random sampling. Sementara, total sampel 2.020 responden dengan jumlah sapel basis sebanyak 1.220 orang tersebar proporsional di 34 provinsi serta dilakukan penambahan sebanyak 800 responden di Jawa Timur.
Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel basis 1.220 responden memiliki toleransi kesahalan (margin of error) sekitar 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.
(abd)
Lihat Juga :