Menkominfo Sebut 9,8 Juta Dosis Vaksin Pfizer dan Sinovac Tiba di Tanah Air

Sabtu, 01 Januari 2022 - 06:48 WIB
loading...
Menkominfo Sebut 9,8...
Indonesia kembali kedatangan vaksin dalam tiga tahap sekaligus yakni ke-184, 185, dan 186 dalam jumlah 9.819.000 dosis. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Indonesia kembali kedatangan vaksin dalam tiga tahap sekaligus yakni ke-184, 185, dan 186 dalam jumlah 9.819.000 dosis. Vaksin tersebut berasal dari dua merk berbeda yakni Pfizer dan Sinovac.

Baca juga: Jubir Covid-19 Kemenkes: Vaksinasi Terbukti Beri Efek Perlindungan

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengatakan, kedua jenis vaksin tersebut tiba Jumat (31/12/2021) dalam tahap ke-184, vaksin yang tiba pukul 10:00 WIB yakni Pfizer dalam jumlah 819.000 dosis yang merupakan donasi dari COVAX.

Baca juga: Airlangga Hartarto Ungkap Vaksinasi Covid-19 Anak Jadi Program Prioritas di 2022

Kemudian dalam tahap ke-185, vaksin yang tiba pukul 13:20 WIB adalah Sinovac, berjumlah 6 juta dosis. Vaksin yang sama rencananya tiba pada pukul 22:55 WIB dalam jumlah 3 juta pada kedatangan tahap ke-185.

"Untuk vaksin Sinovac merupakan pembelian langsung sebagai upaya pemenuhan kebutuhan vaksin dalam negeri," ujar Johnny dalam keterangan resmi yang diterima, Sabtu (1/1/2022).

Johnny menambahkan, kedatangan ini sekaligus menjadi penutup kedatangan vaksin di tahun 2021 ini. Total vaksin yang datang di 2021 adalah sebanyak 465.327.165, baik dalam bentuk bulk atau bahan baku maupun vaksin jadi.

Dari total jumlah tersebut, berkat upaya diplomasi Pemerintah Indonesia, hampir 100 juta dosis vaksin di antaranya didapat melalui donasi, baik melalui jalur bilateral maupun multilateral.

"Pemerintah terus berupaya mendatangkan vaksin melalui berbagai skema. Indonesia berhasil menghemat anggaran Rp13 T untuk pengadaan vaksin Covid-19 karena efektifnya upaya kerja sama bilateral dan banyaknya bantuan vaksin gratis," jelasnya.

Johnny memaparkan, hingga saat ini, telah ada lebih dari 112 juta penduduk yang telah divaksinasi lengkap dua dosis. Khusus untuk tenaga kesehatan bahkan lebih dari 87% telah mendapatkan dosis ketiga sebagai booster untuk meningkatkan perlindungan.

Saat ini lanjutnya, Indonesia sudah memulai vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun. Awal tahun depan juga akan dimulai pemberian vaksinasi booster untuk beberapa kelompok target sasaran seperti lansia.

"Capaian yang telah diraih ini patut disyukuri, hanya bisa terjadi berkat kerja sama seluruh elemen bangsa, dan yang pastinya berkat dukungan dan peran serta masyarakat," katanya.

Meski capaian sudah relatif baik, Johnny mengingatkan, agar upaya vaksinasi tidak lantas mengendur. Pemerintah tetap akan meningkatkan percepatan dan perluasan vaksinasi agar lebih memberikan perlindungan kepada bangsa ini.

"Tentu upaya tersebut harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk mau divaksinasi dan juga mengajak saudara, teman, dan orang sekitar untuk mau divaksinasi," ujarnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dugaan Korupsi PDNS,...
Dugaan Korupsi PDNS, Kejari Jakarta Pusat Bakal Periksa Eks Menkominfo Johnny G Plate
MA Tolak Peninjauan...
MA Tolak Peninjauan Kembali Eks Menkominfo Johnny G Plate
Kasus BTS Kominfo, Eks...
Kasus BTS Kominfo, Eks Tenaga Ahli Johnny G Plate Dituntut 4 Tahun Penjara
Kasasinya Ditolak MA,...
Kasasinya Ditolak MA, Johnny G Plate Tetap Dihukum 15 Tahun Penjara
Divonis 15 Tahun Penjara,...
Divonis 15 Tahun Penjara, Johnny G Plate Ajukan Banding
Mantan Menkominfo Johnny...
Mantan Menkominfo Johnny G Plate Divonis 15 Tahun Penjara
Negara Bagian AS Gugat...
Negara Bagian AS Gugat Pfizer atas Klaim Vaksin Covid-19 yang Dianggap Menyesatkan
Pemprov DKI Sediakan...
Pemprov DKI Sediakan 26.000 Dosis Vaksin Covid-19
Sempat Dirawat Intensif,...
Sempat Dirawat Intensif, 2 Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia
Rekomendasi
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Berita Terkini
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Infografis
Berapa Lama Debu Radioaktif...
Berapa Lama Debu Radioaktif Tiba di Indonesia, Jika Rusia dan NATO Perang Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved