Minta Politisi Tampilkan Ide dan Gagasan, PIM: Stop Gimmick Politik
Jum'at, 31 Desember 2021 - 17:02 WIB
loading...
Ketua Perkumpulan Indonesia Muda (PIM) Yhodhisman Soratha, meminta politisi memberikan ide dan gagasan dan hentikan gimmick
A
A
A
JAKARTA - Tahun 2021 segera berakhir ini, namun politik Indonesia masih didominasi serangkaian gimmick yang ditampilkan para politisi, termasuk mereka yang digadang-gadang menjadi bakal kandidat kuat di Pilpres 2024 . Seharusnya mereka sudah harus menyuguhkan gagasan.
“Political gimmick ini demikian mendominasi dan merefleksikan bahwa para politisi dan partai politik memang miskin visi-misi, tak memiliki konsep yang jelas dan solid tentang mau dibawa ke mana Indonesia,” kata Ketua Perkumpulan Indonesia Muda (PIM) Yhodhisman Soratha, Jumat (31/12/2021).
Gimmick-gimmick itu misalnya marah-marah saat melihat ketidakbecusan anak buah, mengunjungi salah seorang warga yang tertimpa musibah dan sedang disorot media, makan mie ayam gerobak pinggir jalan, menanam padi di tengah guyuran hujan, atau menangis ketika terbongkar skandal asusila seolah-olah bahwa kejadian tersebut merupakan kekhilafan sesaat.
Baca juga: Momen Puan Maharani Bantu Petani Tanam Benih Bawang
“Tentu saja kepedulian seperti marah atau bersilaturahmi ke rakyat itu perlu. Tapi tidak cukup. Kalau hanya itu, siapa pun bisa. Seorang pejabat publik seharusnya menyajikan solusi yang bersifat sistemik dan komprehensif,” ujar Odis, sapaan akrab Yodhisman.
“Political gimmick ini demikian mendominasi dan merefleksikan bahwa para politisi dan partai politik memang miskin visi-misi, tak memiliki konsep yang jelas dan solid tentang mau dibawa ke mana Indonesia,” kata Ketua Perkumpulan Indonesia Muda (PIM) Yhodhisman Soratha, Jumat (31/12/2021).
Gimmick-gimmick itu misalnya marah-marah saat melihat ketidakbecusan anak buah, mengunjungi salah seorang warga yang tertimpa musibah dan sedang disorot media, makan mie ayam gerobak pinggir jalan, menanam padi di tengah guyuran hujan, atau menangis ketika terbongkar skandal asusila seolah-olah bahwa kejadian tersebut merupakan kekhilafan sesaat.
Baca juga: Momen Puan Maharani Bantu Petani Tanam Benih Bawang
“Tentu saja kepedulian seperti marah atau bersilaturahmi ke rakyat itu perlu. Tapi tidak cukup. Kalau hanya itu, siapa pun bisa. Seorang pejabat publik seharusnya menyajikan solusi yang bersifat sistemik dan komprehensif,” ujar Odis, sapaan akrab Yodhisman.
Lihat Juga :