Di Jakarta Kasus Omicron Naik 13,5% dalam 2 Pekan, Menkes Perkuat Tim Surveillance
Kamis, 30 Desember 2021 - 02:27 WIB
loading...
Menkes Budi Gunadi mengatakan akan memperkuat tim surveillance untuk menahan laju penyebaran kasus Omicron. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Hingga Selasa (28/12/2021), pemerintah telah menemukan 47 kasus Omicron , varian baru virus Corona penyebab Covid-19. Dari jumlah tersebut sebagian besar berada di wilayah DKI Jakarta . Bahkan, telah ditemukan satu kasus transmisi lokal, yaitu pria 37 tahun asal Medan yang secara rutin berkunjung ke Jakarta.
Menteri Kesehatan Budi Sadikin mengatakan bahwa kenaikan kasus Omicron di Jakarta terjadi sangat cepat. Seluruh kasus terdeteksi di bandara-bandara yang menjadi pintu masuk perjalanan luar negeri. ”Kasus Omicron di DKI naik dari 0% ke 13,5% dalam dua minggu, terdeteksi hampir semua di karantina bandara,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi, Rabu (29/12/2021).
Baca juga: Menkes Terapkan 3 Saran WHO dalam Menghadapi Omicron
Dengan jumlah penduduk besar dan menjadi pusat aktivitas, DKI Jakarta sangat riskan terhadap penyebaran Omicron yang memang telah diketahui menular lebih cepat dari virus aslinya. Hal ini pun diakui Budi. ”DKI merupakan kota dengan probabilitas paling tinggi untuk terjadinya transmisi lokal. Untuk itu, team surveillance akan terus diperkuat,” kata Budi.
Budi sebelumnya juga pernah menjelaskan bahwa sebagian pasien Covid-19 varian Omicron sudah sembuh. Ini dilakukan setelah 10 hari dites hasilnya negatif. Sesuai data yang diterimanya, kebanyakan pasien Omicron telah masuk di tempat isolasi, yaitu wisma atlet, RS Sulianti Saroso, juga hotel.
Menteri Kesehatan Budi Sadikin mengatakan bahwa kenaikan kasus Omicron di Jakarta terjadi sangat cepat. Seluruh kasus terdeteksi di bandara-bandara yang menjadi pintu masuk perjalanan luar negeri. ”Kasus Omicron di DKI naik dari 0% ke 13,5% dalam dua minggu, terdeteksi hampir semua di karantina bandara,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi, Rabu (29/12/2021).
Baca juga: Menkes Terapkan 3 Saran WHO dalam Menghadapi Omicron
Dengan jumlah penduduk besar dan menjadi pusat aktivitas, DKI Jakarta sangat riskan terhadap penyebaran Omicron yang memang telah diketahui menular lebih cepat dari virus aslinya. Hal ini pun diakui Budi. ”DKI merupakan kota dengan probabilitas paling tinggi untuk terjadinya transmisi lokal. Untuk itu, team surveillance akan terus diperkuat,” kata Budi.
Budi sebelumnya juga pernah menjelaskan bahwa sebagian pasien Covid-19 varian Omicron sudah sembuh. Ini dilakukan setelah 10 hari dites hasilnya negatif. Sesuai data yang diterimanya, kebanyakan pasien Omicron telah masuk di tempat isolasi, yaitu wisma atlet, RS Sulianti Saroso, juga hotel.
(muh)
Lihat Juga :