Pasangan Ganjar-Puan Dinilai Mampu Meneruskan Estafet Kepemimpinan Jokowi

Rabu, 29 Desember 2021 - 21:26 WIB
loading...
Pasangan Ganjar-Puan...
Pasangan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketua DPR RI Puan Maharani dinilai mampu meneruskan tongkat estafet kepemimpinan Presiden Jokowi. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Dewan Pembina Laskar Ganjar - Puan, Mochtar Mohammad menilai pasangan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketua DPR RI Puan Maharani merupakan penerus konsep yang diusung Presiden Soekarno (Bung Karno). Keduanya juga dinilai mampu meneruskan tongkat estafet kepemimpinan Presiden Jokowi .

"Mereka merupakan penerus konsep Bung Karno mencakup spirit Pancasila dan Trisakti yang menginginkan Indonesia berdaulat di bidang politik, ekonomi dan berprikebadian dalam budaya," kata Mochtar di Jakarta, Rabu (29/12/21).

Mochtar menilai, perolehan suara PDI Perjuangan di pemilu 2024 melebihi raihan suara pada Pemilu 2019 yang diperkirakan di atas 40 %. Indikator itu dilihat dari sejumlah wilayah di Jawa Barat yang beralih menjadi basis suara PDIP. Berdasarkan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada Desember 2021, kata dia, Kabupaten Indramayu yang semula didominasi Partai Golkar kini bergeser ke PDI Perjuangan hingga 48% dan Kabupaten Pangandaran sebesar 50%. "Dua kabupaten di Jabar yang sebelumnya dikuasai Golkar kini bergeser ke PDIP Perjuangan," jelasnya.

Baca juga: Duet Ganjar-Puan di Pilpres 2024 Bangkitkan Semangat Juang Kader PDIP

Seperti diketahui, hasil survei terbaru SMRC bertajuk “Prospek Partai Politik dan Calon Presiden: Kecenderungan Perilaku Politik Pemilih Nasional” yang dirilis secara online pada Selasa, 28 Desember 2021 di Jakarta menyebutkan, dukungan publik pada PDIP yang mengungguli partai-partai lain tidak bisa dilepaskan dari pengaruh Joko Widodo dan Ganjar Pranowo.

Baca juga: Ganjar-Puan Bisa Terwujud di 2024, Begini Matematika Politiknya

Survei SMRC ini dilakukan pada 8-16 Desember 2021 melalui tatap muka atau wawancara langsung. Jumlah sample awal 2420 yang dipilih secara acak (multistage random sampling) dari seluruh populasi Indonesia yang berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah. Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 2.062 atau 85%. Margin of error survei diperkirakan sebesar ± 2,2 % pada tingkat kepercayaan 95% (asumsi simple random sampling).

Direktur Eksekutif SMRC, Sirojudin Abbas, dalam presentasinya menunjukan, dukungan publik pada PDIP bertahan pada posisi teratas dengan raihan 25,2%. Angka ini membuat PDIP menjadi satu-satunya partai dengan elektabilitas yang melampaui perolehan suara pada Pemilu 2019 yakni 19,3%.

Menurut Abbas, kenaikan suara PDIP yang signifikan, dari 14,03% pada Pemilu 2009 ketika Jokowi belum muncul dalam politik nasional menjadi 19,3% pada Pemilu 2019 dan cenderung bertahan bahkan menguat di posisi teratas ditunjang oleh kepuasan atas kinerja Presiden Jokowi dan kesukaan publik pada Ganjar Pranowo sebagai kader PDIP.

Abbas menambahkan, pemilih yang puas dengan kinerja Presiden Jokowi setelah Pemilu 2014 jauh lebih banyak dibanding dengan yang tidak puas. Abbas dalam surveinya juga membuktikan bahwa PDIP tanpa Jokowi pada Pemilu 2014 akan mendapat suara kurang dari 14%.

Hal serupa terjadi pada Pemilu 2019, Jokowi memberi pengaruh positif dan signifikan pada elektabilitas PDIP. Tanpa Jokowi, partai ini akan mendapat suara kurang dari hasil Pemilu, 19,3%.

Selain Jokowi, PDIP juga memiliki tokoh yang disukai pemilih yakni Ganjar Pranowo. Kuatnya PDIP tidak bisa dipisahkan dengan Ganjar Pranowo. Dalam survei tersebut, 46% pemilih PDIP beririsan dengan pemilih Ganjar Pranowo, dan hanya 10% yang beririsan dengan Puan Maharani.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
Din Syamsuddin Ungkap...
Din Syamsuddin Ungkap Bung Karno Tokoh Dikagumi Dunia Internasional
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
PDIP Sebut Demonstrasi...
PDIP Sebut Demonstrasi Mahasiswa Alarm untuk Pemerintah
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Dua Legislator PDIP...
Dua Legislator PDIP Desak Kementerian PU Tegur Kontraktor Sekolah Rakyat di Muncar
Banteng Muda Indonesia...
Banteng Muda Indonesia Galang Dana Bantu Korban Banjir Bali dan NTT
Begini Cara BMI Perkenalkan...
Begini Cara BMI Perkenalkan Sosok Presiden ke-1 RI Soekarno kepada Generasi Muda
Rekomendasi
Presiden FIFA Dicecar...
Presiden FIFA Dicecar Jurnalis soal Kekacauan Piala Dunia 2026, Jawaban Infantino Terkesan Meremehkan
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
Potongan Aplikator 8%...
Potongan Aplikator 8% Hanya untuk Ojol Bukan Taksi Online, Begini Kata Menhub
Berita Terkini
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Hadiri Pekan Olahraga...
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Kecam Dugaan Intimidasi...
Kecam Dugaan Intimidasi Dokter di NTT, Ninik: Sanksi Disiplin Jika Kader PKB Terlibat
Satgas Lundup Polri...
Satgas Lundup Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Senilai Hampir Rp1 Triliun
Infografis
8 Menteri Era Jokowi...
8 Menteri Era Jokowi yang Terjerat Kasus Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved