Naik Perahu Naga, Jokowi Resmikan Bendungan Ladongi di Kolaka Timur
Selasa, 28 Desember 2021 - 13:52 WIB
loading...
Menaiki perahu naga, Presiden Jokowi meresmikan Bendungan Ladongi di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. Foto/Biro Pers Setpres
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendungan Ladongi di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. Jika biasanya Jokowi meresmikan bendungan di atas panggung utama berbeda dengan kali ini. Jokowi menyampaikan pernyataan peresmian sambil menumpangi perahu naga di bendungan tersebut.
"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim Bendungan Ladongi di Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara pada pagi hari ini saya nyatakan diresmikan," katanya, Selasa (28/12/2021).
Bendungan Ladongi dengan luas lahan 222 hektare ini memiliki kapasitas 45,9 juta meter kubik. Bendungan Ladongi nantinya bisa mengairi sawah-sawah di sejumlah kabupaten di sekitarnya, yakni Kolaka Timur, Konawe, Konawe Selatan, dan Kolaka. Jokowi berharap kehadiran bendungan tersebut bisa memenuhi kebutuhan air untuk pertanian dalam rangka mendukung kemandirian, kedaulatan, dan ketahanan pangan.
Baca juga: Penampakan Jokowi Bersama Sejumlah Menteri Mendayung Perahu Naga
"Tanpa air tidak mungkin kita bisa mencapai yang namanya ketahanan pangan yang baik, kedaulatan pangan yang baik, dan kemandirian pangan yang baik," tuturnya.
"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim Bendungan Ladongi di Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara pada pagi hari ini saya nyatakan diresmikan," katanya, Selasa (28/12/2021).
Bendungan Ladongi dengan luas lahan 222 hektare ini memiliki kapasitas 45,9 juta meter kubik. Bendungan Ladongi nantinya bisa mengairi sawah-sawah di sejumlah kabupaten di sekitarnya, yakni Kolaka Timur, Konawe, Konawe Selatan, dan Kolaka. Jokowi berharap kehadiran bendungan tersebut bisa memenuhi kebutuhan air untuk pertanian dalam rangka mendukung kemandirian, kedaulatan, dan ketahanan pangan.
Baca juga: Penampakan Jokowi Bersama Sejumlah Menteri Mendayung Perahu Naga
"Tanpa air tidak mungkin kita bisa mencapai yang namanya ketahanan pangan yang baik, kedaulatan pangan yang baik, dan kemandirian pangan yang baik," tuturnya.
Lihat Juga :