Menuai Manfaat Ekonomi dari Formula E Jakarta
Selasa, 28 Desember 2021 - 13:05 WIB
loading...
A
A
A
Pemprov DKI berharap ajang olahraga berskala internasional ini akan memberikan multiplier effect dari segi ekonomi dan dampak reputasional bahwa Indonesia khususnya Jakarta memiliki potensi bisnis. Juga dapat memberi efek finansial yang didapatkan oleh sejumlah perusahaan seperti Jakpro dan Jaya Ancol.
Penyelenggaraan balap mobil listrik ini diharapkan juga dapat mendukung program Jakarta Langit Biru yang diusung oleh pemerintah daerah. Ini selaras dengan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang percepatan program ‎kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (battery electric vehicle) untuk menjadi transportasi jalan.
Banyak hal yang dapat dimanfaatkan dari perhelatan ajang balap mobil listrik ini. Salah satunya potensi jangka panjang di mana pemerintah mendorong proyek mobil listrik nasional dan pembangunan pabrik baterai di Cikarang. Adanya ajang balap internasional ini menjadi momen penting untuk mendorong penggunaan mobil listrik ke depannya.
Terpilih sebagai tuan rumah Formula E akan membawa Jakarta ke pentas dunia dan ikut serta dalam memperbaiki kualitas lingkungan. Selain itu diharapkan pula ada keuntungan ekonomi yang berlipat dalam penyelenggaraan balapan ini.
Tak tanggung-tanggung, asumsi pergerakan perekonomian selama balapan disebut tim Formula E mencapai 78 juta poundsterling atau senilai Rp1,4 triliun.
Sedikit pengalaman Singapura menjadi tuan rumah F1, Negeri Singa membutuhkan 135 juta dolar Singapura atau sekitar Rp1,3 triliun setiap tahun ketika memperpanjang kontrak kerja sama dengan F1 pada 2017 hingga 2021.
Penyelenggaraan balap mobil listrik ini diharapkan juga dapat mendukung program Jakarta Langit Biru yang diusung oleh pemerintah daerah. Ini selaras dengan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang percepatan program ‎kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (battery electric vehicle) untuk menjadi transportasi jalan.
Banyak hal yang dapat dimanfaatkan dari perhelatan ajang balap mobil listrik ini. Salah satunya potensi jangka panjang di mana pemerintah mendorong proyek mobil listrik nasional dan pembangunan pabrik baterai di Cikarang. Adanya ajang balap internasional ini menjadi momen penting untuk mendorong penggunaan mobil listrik ke depannya.
Terpilih sebagai tuan rumah Formula E akan membawa Jakarta ke pentas dunia dan ikut serta dalam memperbaiki kualitas lingkungan. Selain itu diharapkan pula ada keuntungan ekonomi yang berlipat dalam penyelenggaraan balapan ini.
Tak tanggung-tanggung, asumsi pergerakan perekonomian selama balapan disebut tim Formula E mencapai 78 juta poundsterling atau senilai Rp1,4 triliun.
Sedikit pengalaman Singapura menjadi tuan rumah F1, Negeri Singa membutuhkan 135 juta dolar Singapura atau sekitar Rp1,3 triliun setiap tahun ketika memperpanjang kontrak kerja sama dengan F1 pada 2017 hingga 2021.
Lihat Juga :