Draf RUU Pemilu Akan Mengembalikan Kekuasaan Pusat Terhadap Daerah

Selasa, 09 Juni 2020 - 17:44 WIB
loading...
Draf RUU Pemilu Akan...
PAN menginginkan ambang batas parlemen cukup 4% seperti yang sekarang diterapkan. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) tidak ingin ada perubahan ambang batas parlemen (parliamentary threshold). PAN menginginkan ambang batas parlemen cukup 4% seperti yang sekarang diterapkan.

Politikus PAN Guspardi Gaus mengungkapkan dalam draf revisi Undang-Undang (UU) Pemilu yang digodok Komisi II DPR, ambang batas parlemen ditetapkan 7%. Dia menyebut ada indikasi keinginan pihak dan partai politik (parpol) tertentu agar ambang batas sebesar itu. (Baca juga: Demokrat: Parliamentary Threshold 4% Angka Realistis dan Bijak)

“RUU ini sebaiknya kita persamakan. Tidak hanya dibahas DPR dan fraksi-fraski besar, panja mampu mengakomodasi pemikiran dari semua elemen dan stakeholders. Saya berharap RUU ini, tujuannya mengakomodasi pemikiran demokrasi sesuai harapan masyarakat banyak,” ujarnya dalam diskusi dengan tema “Menyoal RUU Tentang Pemilu dan Prospek Demokrasi Indonesia,” Selasa (9/6/2020).

Anggota Komisi II DPR itu menyatakan partainya ingin ambang batas parlemen itu tetap 4%. Dengan angka sebesar itu saja, menurutnya, sudah berat partai-partai untuk masuk parlemen. Pada Pemilu 2019, semua partai baru tidak ada yang lolos ke Senayan. Bahkan, satu partai lama, Hanura, terdegradasi dari DPR. “Dengan 4% itu sudah 13 juta suara hilang. Apalagi jika ditetapkaan 7% tentu kelipatan kali dua,” ucapnya. (Baca juga:Belajar dari Panasnya Pilpres 2019, PAN Ingin Presidential Threshold Dihapus)

Dalam draf RUU itu, kuota kursi per dapil diturunkan dari 3-10 menjadi 3-8. Pemilu pun menganut proporsial tertutup. Jadi anggota dewan yang akan duduk di parlemen ditentukan partai. Presidential threshold masih 25% suara nasional dan 20% kursi di DPR. Guspardi tidak setuju jika syarat pencalonan presiden dan wakilnya menggunakan hasil pemilu lima tahun sebelumnya. Dia menegaskan itu tidak logis dan dengan pemilu serentak seharusnya presidential threshold tidak ada. “Keterpilihan parpol di provinsi, kabupaten, dan kota mengacu pada DPR. Ini terbalik. Isu reformasi itu ada otonomi daerah. Ini keinginan mengembalikan kekuasaan pusat dan mengabaikan otonomi daerah,” katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowonomics Jadi Tema...
Prabowonomics Jadi Tema Harlah ke-28 PKB, Cak Imin Beri Penjelasan
Nihayatul Wafiroh: Pakta...
Nihayatul Wafiroh: Pakta Integritas Bukti Keseriusan Perempuan Bangsa Besarkan PKB
Dirikan LBH, Jro Bima:...
Dirikan LBH, Jro Bima: Perindo Bali Harus Jadi Rumah Keadilan
Siapkan Relawan Tangguh...
Siapkan Relawan Tangguh Hadapi Bencana, Gus Muhaimin Resmikan Sigap Bangsa
Mantan Ketua KAMMI,...
Mantan Ketua KAMMI, BEM UI, hingga Korpus BEM SI Masuk Pengurus Gema Keadilan
Partai Perindo Hadiri...
Partai Perindo Hadiri Milad PBB, Dukung Konsolidasi Politik untuk Stabilitas Nasional
Gagas GEBRAK, Perindo...
Gagas GEBRAK, Perindo Badung Cetak Lebih Banyak Pencipta Lapangan Kerja di Bali
Jelang Musda Partai...
Jelang Musda Partai Demokrat Aceh, Nurdiansyah Alasta Dapat Dukungan dari Mualem
Dukung Perubahan Nama...
Dukung Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat, PAN: Aspirasi Masyarakat Harus Dihormati
Rekomendasi
Siapa Pengikut Dajjal?...
Siapa Pengikut Dajjal? Hadis Rasulullah Menyebut 70.000 Kaum Yahudi dan Perempuan
Mengapa Al-Quran Tidak...
Mengapa Al-Qur'an Tidak Menyebut Dajjal? Ini Penjelasan dan Hikmah di Baliknya
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
Berita Terkini
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Dugaan Keterkaitan Eks...
Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus dengan Sejumlah Kasus Korupsi Disorot
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Putuskan Ajukan Praperadilan
Perhitungan Kerugian...
Perhitungan Kerugian Negara Dipertanyakan, Pengamat Dorong Reformasi Audit BPKP
Wamendagri: Indonesia...
Wamendagri: Indonesia Punya Satu Kesempatan Manfaatkan Bonus Demografi Menuju Negara Maju
Legislator Golkar: Ratifikasi...
Legislator Golkar: Ratifikasi Perjanjian Dagang Harus Berdampak Nyata bagi UMKM dan Industri
Infografis
Akhiri Perang Ukraina,...
Akhiri Perang Ukraina, Trump Akan Akui Crimea Milik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved