Demokrat: Parliamentary Threshold 4% Angka Realistis dan Bijak

Selasa, 09 Juni 2020 - 11:41 WIB
loading...
Demokrat: Parliamentary...
Partai Demokrat menilai ambang batas parlemen atau parliamentary threshold 4% adalah angka yang realistik dan bijak untuk diterapkan. Foto/Dok Okezone
A A A
JAKARTA - Partai Demokrat menilai ambang batas parlemen atau parliamentary threshold 4% adalah angka yang realistis dan bijak untuk diterapkan. Menurut Partai Demokrat, parliamentary threshold perlu perhitungan secara cermat.

Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Ossy Dermawan mengatakan, partainya berpandangan bahwa kalaupun PT diberlakukan untuk penyederhanaan partai di parlemen, harus mempertimbangkan keterwakilan suara rakyat. "Semakin besar PT yang diberlakukan, semakin besar pula suara rakyat yang terbuang atau tidak terakomodir," ujar Ossy Dermawan, Selasa (9/6/2020).

Dia pun mengingatkan, Indonesia adalah negara yang majemuk dan beragam. "Dan kita harus mengakomodir perbedaan tersebut dengan baik," ujarnya. (Baca juga: Tiga Opsi Besaran Ambang Batas Parlemen di Pemilu 2024 ).

Maka itu, kata Ossy, harus dihitung secara cermat angka yang tepat dengan pertimbangan demokrasi keterwakilan dan tanpa interest sepihak partai-partai besar. "Maka menurut hemat kami, angka parliamentary threshold 4% adalah angka yang realistik dan bijak untuk diterapkan," pungkasnya.

Sekadar diketahui, draf Revisi Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu masih mungkin berubah. Sebab, fraksi-fraksi di DPR RI juga belum mengajukan daftar Inventarisasi masalah (DIM). Adapun draf Revisi Undang-Undang Pemilu dari Badan Keahlian DPR, ambang batas parlemen atau parliamentary threshold disebutkan 7 persen. (Baca juga: Loyalis Amien Rais Prediksi PAN Tidak Lolos ke Senayan ).
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PDIP Bentuk Tim Evaluasi...
PDIP Bentuk Tim Evaluasi RUU Pemilu, Andreas: Saya Dengar Inisiatifnya Diambil Alih Pemerintah
Bicara Ambang Batas...
Bicara Ambang Batas Parlemen, Waketum Perindo: Jangan Sampai Suara Terbuang Sia-sia!
AHY Ingatkan Kader Demokrat...
AHY Ingatkan Kader Demokrat Hasilkan Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
AHY Dukung Putusan MK...
AHY Dukung Putusan MK yang Pertegas Kuota 30 Persen Caleg Perempuan
GKSR Minta Revisi UU...
GKSR Minta Revisi UU Pemilu Libatkan Partai Non-Parlemen dan Hapus Parliamentary Threshold
Mantan Komisioner KPU...
Mantan Komisioner KPU Bicara Ambang Batas Parlemen: Idealnya 0 %
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Partai Demokrat Ancam...
Partai Demokrat Ancam Gugat Trump Terkait Perang Iran
Perkuat Akar Rumput,...
Perkuat Akar Rumput, BMI Demokrat Gelar Muscab dan Pelantikan Serentak se-Tegal Raya
Rekomendasi
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam yang Penting Diketahui!
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Perjuangan Mahasiswa...
Perjuangan Mahasiswa Tembus Bundaran HI: Diblokade di Semanggi, Saling Dorong dengan Aparat di Tosari
Berita Terkini
Stafsus Menag: Kunjungan...
Stafsus Menag: Kunjungan Presiden Jerman ke Istiqlal Perkuat Diplomasi Agama RI-Jerman
KPK Rincikan Penyitaan...
KPK Rincikan Penyitaan Uang dari Geledah Rumah Silmy Karim
GP Ansor Rombak Kepengurusan,...
GP Ansor Rombak Kepengurusan, Sejumlah Tokoh Muda NU Masuk Struktur
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved