Ketulusan Jenderal TNI Ini Pulihkan Aceh Akibat Tsunami, Urungkan Niat GAM Membunuhnya
Minggu, 26 Desember 2021 - 12:48 WIB
loading...
A
A
A
Hari kedua pascabencana, tepatnya 27 Desember 2004 Ryamizard sudah berada di Aceh untuk melakukan operasi kemanusiaan. Mantan Pangkostrad ini langsung mengerahkan enam satuan setingkat batalyon (SSY) untuk segera membersihkan kota, mencari jenazah dan memperbaiki kerusakan yang terjadi. Tidak hanya itu, Ryamizard juga memerintahkan membangun jalan sepanjang 64 kilometer dan 53 jembatan yang rusak dan hancur. Upaya dan kerja keras Ryamizard ternyata sangat efektif dan berhasil membuka akses transportasi yang terputus akibat gempa dan tsunami.
![Ketulusan Jenderal TNI Ini Pulihkan Aceh Akibat Tsunami, Urungkan Niat GAM Membunuhnya]()
Upaya rehabilitasi Aceh oleh Ryamizard bukan tanpa hambatan. Kelompok bersenjata seringkali memanfaatkan situasi tersebut untuk mengganggu penyaluran bantuan kemanusian oleh pemerintah Indonesia dan negara-negara sahabat. Agar proses rehabilitasi kemanusiaan berjalan dengan lancar dan tidak mendapat gangguan Jenderal Bintang Empat ini memilih berada di tengah-tengah prajuritnya dan ikut bermalam di lokasi bencana di Lhoknga untuk membangun daerah yang hancur akibat bencana alam.
Sikap tulus membangun Aceh ini ternyata menuai simpati dari kelompok bersenjata GAM. Bahkan mereka mengurungkan niatnya menembak Ryamizard meski sudah mengepungnya yang hanya berjarak 4 meter. Salah seorang insinyur yang memiliki akses dengan separatis GAM baik dari anggota terendah sampai tertinggi mengaku kagum dengan ketulusan Ryamizard. Bahkan, insinyur ini sempat mendatangi kediaman Ryamizard Ryacudu dan mengutarakan, jika saat itu dirinya bersama satu regu bersenjata lengkap telah mengepung Ryamizard Ryacudu.
”Seandainya mau menembak Jenderal Ryamizard pasti kena, karena satu regu dengan senjata lengkap dan jarak dekat hanya 4 meter. Melihat Jenderal Ryamizard yang kadang berjalan kaki, kadang mengendarai motor. Kami tidak jadi menembak Jenderal Ryamizard mengingat jasanya besar untuk Aceh. Yang membangun Aceh adalah Jenderal Ryamizard,” ucapnya.

Upaya rehabilitasi Aceh oleh Ryamizard bukan tanpa hambatan. Kelompok bersenjata seringkali memanfaatkan situasi tersebut untuk mengganggu penyaluran bantuan kemanusian oleh pemerintah Indonesia dan negara-negara sahabat. Agar proses rehabilitasi kemanusiaan berjalan dengan lancar dan tidak mendapat gangguan Jenderal Bintang Empat ini memilih berada di tengah-tengah prajuritnya dan ikut bermalam di lokasi bencana di Lhoknga untuk membangun daerah yang hancur akibat bencana alam.
Sikap tulus membangun Aceh ini ternyata menuai simpati dari kelompok bersenjata GAM. Bahkan mereka mengurungkan niatnya menembak Ryamizard meski sudah mengepungnya yang hanya berjarak 4 meter. Salah seorang insinyur yang memiliki akses dengan separatis GAM baik dari anggota terendah sampai tertinggi mengaku kagum dengan ketulusan Ryamizard. Bahkan, insinyur ini sempat mendatangi kediaman Ryamizard Ryacudu dan mengutarakan, jika saat itu dirinya bersama satu regu bersenjata lengkap telah mengepung Ryamizard Ryacudu.
”Seandainya mau menembak Jenderal Ryamizard pasti kena, karena satu regu dengan senjata lengkap dan jarak dekat hanya 4 meter. Melihat Jenderal Ryamizard yang kadang berjalan kaki, kadang mengendarai motor. Kami tidak jadi menembak Jenderal Ryamizard mengingat jasanya besar untuk Aceh. Yang membangun Aceh adalah Jenderal Ryamizard,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :