Dukung Gerakan Buka Akses Pangan, FOI Gelar Anugerah Ibu Teladan II
Jum'at, 24 Desember 2021 - 16:44 WIB
loading...
Foodbank of Indonesia (FOI) menggelar Anugerah Ibu Teladan II pada Hari Ibu, 22 Desember 2021. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Foodbank of Indonesia (FOI) menggelar Anugerah Ibu Teladan II pada Hari Ibu, 22 Desember 2021. Penghargaan diberikan kepada relawan ibu hebat yang telah bergerak membuka akses pangan anak dan keluarga Indonesia.
Anugerah Ibu Teladan II terdiri dari dua jenis penghargaan. Pertama penghargaan kepada Ibu Teladan dan kedua, penghargaan kepada perusahaan/dunia usaha yang telah 3 tahun berturut-turut mendukung pergerakan FOI dalam membuka akses pangan.
Terdapat empat kategori dalam penghargaan Ibu Teladan yaitu, Penggerak Masyarakat, Akademisi/Peneliti, Dunia Usaha, dan Pemangku Kebijakan Publik. Penilaian dilakukan pada 9-11 Desember 2021 oleh juri independen, yaitu Guru Besar Antropologi FISIP Universitas Indonesia, Semiarto Aji; Guru Besar Bidang Keamanan Pangan dan Gizi IPB Prof Ahmad Sulaeman; dan Pendiri Foodbank of Indonesia, Hendro Utomo.
Baca juga: Kolaborasi BUMD DKI dan Borneofood Hadirkan Pangan Berkualitas
Hendro Utomo menjelaskan pentingnya peran ibu dalam memerangi kelaparan bagi masa depan Indonesia. Menurutnya, ibu adalah orang pertama yang memberikan gizi kepada anak-anaknya. Ibu juga merawat dan membesarkan anak-anaknya dengan kasih dan nilai-nilai kehidupan.
"Pada tanggal 22 Desember ini, tahun 1928, sebanyak 600 perempuan hadir berkongres di Yogya mendorong lahirnya sebuah bangsa, bangsa Indonesia. Sebanyak 4.454 ibu bergerak bersama FOI dalam Aksi 1000 Ibu Indonesia membuka akses pangan bagi anak-anak untuk masa depan Indonesia. Kita akan gerakkan terus sejuta ibu untuk bergerak menghapus kelaparan dan kurang gizi untuk masa depan Indonesia," kata Hendro.
Semiarto Aji Purwanto selaku juri dalam Anugerah Ibu Teladan II menyampaikan bahwa pergerakan ibu dalam membuka akses pangan merupakan sesuatu yang luar biasa. Dia berharap para ibu dapat melanjutkan upayanya dalam membuka akses pangan bagi keluarga dan komunitas.
"Sungguh sesuatu yang luar biasa menyaksikan cerita para ibu hebat ini membuka akses pangan. Dari sini bisa dilihat bahwa membuka akses pangan di komunitas bukan merupakan sesuatu yang sederhana. Lembaga dari luar, seperti Foodbank of Indonesia sekali pun, tidak akan dapat mewujudkan pergerakan ini tanpa adanya visi dan semangat berbagi para ibu. Saya menaruh harapan bahwa para ibu dapat melanjutkan perjuangannya dalam memperhatikan dan membuka akses pangan bagi anak dan keluarganya sendiri, komunitas, serta lansia dan masyarakat rentan yang kurang beruntung," katanya.
Anugerah Ibu Teladan II terdiri dari dua jenis penghargaan. Pertama penghargaan kepada Ibu Teladan dan kedua, penghargaan kepada perusahaan/dunia usaha yang telah 3 tahun berturut-turut mendukung pergerakan FOI dalam membuka akses pangan.
Terdapat empat kategori dalam penghargaan Ibu Teladan yaitu, Penggerak Masyarakat, Akademisi/Peneliti, Dunia Usaha, dan Pemangku Kebijakan Publik. Penilaian dilakukan pada 9-11 Desember 2021 oleh juri independen, yaitu Guru Besar Antropologi FISIP Universitas Indonesia, Semiarto Aji; Guru Besar Bidang Keamanan Pangan dan Gizi IPB Prof Ahmad Sulaeman; dan Pendiri Foodbank of Indonesia, Hendro Utomo.
Baca juga: Kolaborasi BUMD DKI dan Borneofood Hadirkan Pangan Berkualitas
Hendro Utomo menjelaskan pentingnya peran ibu dalam memerangi kelaparan bagi masa depan Indonesia. Menurutnya, ibu adalah orang pertama yang memberikan gizi kepada anak-anaknya. Ibu juga merawat dan membesarkan anak-anaknya dengan kasih dan nilai-nilai kehidupan.
"Pada tanggal 22 Desember ini, tahun 1928, sebanyak 600 perempuan hadir berkongres di Yogya mendorong lahirnya sebuah bangsa, bangsa Indonesia. Sebanyak 4.454 ibu bergerak bersama FOI dalam Aksi 1000 Ibu Indonesia membuka akses pangan bagi anak-anak untuk masa depan Indonesia. Kita akan gerakkan terus sejuta ibu untuk bergerak menghapus kelaparan dan kurang gizi untuk masa depan Indonesia," kata Hendro.
Semiarto Aji Purwanto selaku juri dalam Anugerah Ibu Teladan II menyampaikan bahwa pergerakan ibu dalam membuka akses pangan merupakan sesuatu yang luar biasa. Dia berharap para ibu dapat melanjutkan upayanya dalam membuka akses pangan bagi keluarga dan komunitas.
"Sungguh sesuatu yang luar biasa menyaksikan cerita para ibu hebat ini membuka akses pangan. Dari sini bisa dilihat bahwa membuka akses pangan di komunitas bukan merupakan sesuatu yang sederhana. Lembaga dari luar, seperti Foodbank of Indonesia sekali pun, tidak akan dapat mewujudkan pergerakan ini tanpa adanya visi dan semangat berbagi para ibu. Saya menaruh harapan bahwa para ibu dapat melanjutkan perjuangannya dalam memperhatikan dan membuka akses pangan bagi anak dan keluarganya sendiri, komunitas, serta lansia dan masyarakat rentan yang kurang beruntung," katanya.
Lihat Juga :