Vaksinasi Anak Kelinci Percobaan? Satgas Covid-19 Ungkap Faktanya
Kamis, 23 Desember 2021 - 19:53 WIB
loading...
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito angkat bicara menyikapi video di media sosial yang menyebutkan vaksinasi anak usia 6-11 tahun adalah bagian dari kelinci percobaan. Foto/Dok.MPI
A
A
A
JAKARTA - Belakangan ini beredar video di media sosial yang menyebutkan vaksinasi anak usia 6-11 tahun adalah bagian dari kelinci percobaan. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito pun angkat bicara menyikapinya.
“Adapun video yang beredar yang menyatakan vaksinasi menjadikan anak-anak sebagai kelinci percobaan adalah hoax yang sangat tidak bertanggung jawab,” kata Wiku dalam konferensi persnya, Kamis (23/12/2021).
Dia menjelaskan, vaksin Sinovac yang digunakan untuk vaksinasi anak usia 6-11 tahun telah mendapatkan persetujuan penggunaan pada masa darurat atau emergency use authorization (EUA). Bahkan juga telah diterbitkan nomor izin edar (NIE) oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Baca juga: Vaksinasi 6-11 Tahun Sudah Capai 1 Juta Suntikan, Jokowi: Alhamdulillah
“EUA atau persetujuan darurat diberikan kepada obat ataupun vaksin Covid-19 yang masih dalam tahap pengembangan di masa pandemi semata-mata untuk memberikan perlindungan terbaik bagi seluruh masyarakat. Termasuk anak-anak usia 6 sampai 11 tahun di tengah potensi penularan Covid-19 yang masih tetap ada,” ujarnya.
“Adapun video yang beredar yang menyatakan vaksinasi menjadikan anak-anak sebagai kelinci percobaan adalah hoax yang sangat tidak bertanggung jawab,” kata Wiku dalam konferensi persnya, Kamis (23/12/2021).
Dia menjelaskan, vaksin Sinovac yang digunakan untuk vaksinasi anak usia 6-11 tahun telah mendapatkan persetujuan penggunaan pada masa darurat atau emergency use authorization (EUA). Bahkan juga telah diterbitkan nomor izin edar (NIE) oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Baca juga: Vaksinasi 6-11 Tahun Sudah Capai 1 Juta Suntikan, Jokowi: Alhamdulillah
“EUA atau persetujuan darurat diberikan kepada obat ataupun vaksin Covid-19 yang masih dalam tahap pengembangan di masa pandemi semata-mata untuk memberikan perlindungan terbaik bagi seluruh masyarakat. Termasuk anak-anak usia 6 sampai 11 tahun di tengah potensi penularan Covid-19 yang masih tetap ada,” ujarnya.
Lihat Juga :