Mendagri Tito Karnavian Terima Kunjungan Mendagri Australia Karen Andrews, Bahas Apa?
Kamis, 23 Desember 2021 - 00:41 WIB
loading...
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menerima kunjungan khusus dari Mendagri Australia, Karen Andrews di Kompleks Menteri Widya Chandra, Jakarta, Rabu (22/12/2021). Foto/Kemendagri
A
A
A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menerima kunjungan khusus dari Mendagri Australia , Karen Andrews bersama pimpinan Kepolisian Federal Australia (AFP) Nigel Ryan, David Dalton di Kompleks Menteri Widya Chandra, Jakarta, Rabu (22/12/2021).
Turut mendampingi Menteri Karen adalah Dubes Australia untuk Indonesia, Penny Williams serta Penasihat Senior Kementerian Dalam Negeri Australia Lachlan MCNaughton. Sementara itu, hadir mendampingi Mendagri Tito dalam menerima kunjungan adalah Dirjen Bina Administrasi Wilayah Kemendagri Safrizal ZA, Kepala Pusat Fasilitasi Kerjasama Herry Ronny, dan Staf Khusus Mendagri Bidang Politik dan Media Kastorius Sinaga. Baca juga: Mendagri Ungkap Teknik Hadapi Omicron: Tracking, Tracing, Karantina
Dalam perbincangan sekitar 1,5 jam tersebut, Mendagri wanita pertama dalam sejarah Australia itu sangat berharap peran Tito untuk terus menerus terlibat memperkuat hubungan Australia dan RI. Karen menyebut portofolio kementerian yang dipimpinnya membawahi keamanan dalam negeri, penegakan hukum, keamanan perbatasan sangat mirip dengan tugas Mendagri Tito di Indonesia.
Karen juga mengakui peran Tito, yang mantan Kapolri itu di dalam mengembangkan hubungan erat Polri dan Australia, utamanya pasca Bom Bali. Menteri Karen mantan anggota DPR Australia itu mengharapkan sosok Tito, selaku Mendagri dan juga Kepala BNPP (Badan Nasional Pengeolaan Perbatasan) dan juga dikenal luas di kalangan kepolisian Australia sebagai ahli dan tokoh counterterorism (CT) terus memberi perhatian khusus membangun kerja sama bilateral kedua negara di bidang keamanan regional.
Karen menyebut bahwa perubahan dinamika politik seperti di Afganistan dan Suriah tetap memunculkan ancaman keamanan regional bagi kedua negara khususnya di bidang terorisme.
Karen banyak menyimak dan belajar dari penjelasan Mendagri Tito tentang perkembangan terorisme dan radikalisme pasca Bom Bali hingga pada maraknya cyber crime (kejahatan siber) dan human traficking dan kejahatan transnasional.
"Pertukaran informasi dan pengembangan kapasitas antar kedua institusi keamanan ke dua negara sangat dibutuhkan," ujar Tito ketika ditanya oleh Menteri Karen soal bidang kerja sama yang perlu dikembangkan ke depan.
Turut mendampingi Menteri Karen adalah Dubes Australia untuk Indonesia, Penny Williams serta Penasihat Senior Kementerian Dalam Negeri Australia Lachlan MCNaughton. Sementara itu, hadir mendampingi Mendagri Tito dalam menerima kunjungan adalah Dirjen Bina Administrasi Wilayah Kemendagri Safrizal ZA, Kepala Pusat Fasilitasi Kerjasama Herry Ronny, dan Staf Khusus Mendagri Bidang Politik dan Media Kastorius Sinaga. Baca juga: Mendagri Ungkap Teknik Hadapi Omicron: Tracking, Tracing, Karantina
Dalam perbincangan sekitar 1,5 jam tersebut, Mendagri wanita pertama dalam sejarah Australia itu sangat berharap peran Tito untuk terus menerus terlibat memperkuat hubungan Australia dan RI. Karen menyebut portofolio kementerian yang dipimpinnya membawahi keamanan dalam negeri, penegakan hukum, keamanan perbatasan sangat mirip dengan tugas Mendagri Tito di Indonesia.
Karen juga mengakui peran Tito, yang mantan Kapolri itu di dalam mengembangkan hubungan erat Polri dan Australia, utamanya pasca Bom Bali. Menteri Karen mantan anggota DPR Australia itu mengharapkan sosok Tito, selaku Mendagri dan juga Kepala BNPP (Badan Nasional Pengeolaan Perbatasan) dan juga dikenal luas di kalangan kepolisian Australia sebagai ahli dan tokoh counterterorism (CT) terus memberi perhatian khusus membangun kerja sama bilateral kedua negara di bidang keamanan regional.
Karen menyebut bahwa perubahan dinamika politik seperti di Afganistan dan Suriah tetap memunculkan ancaman keamanan regional bagi kedua negara khususnya di bidang terorisme.
Karen banyak menyimak dan belajar dari penjelasan Mendagri Tito tentang perkembangan terorisme dan radikalisme pasca Bom Bali hingga pada maraknya cyber crime (kejahatan siber) dan human traficking dan kejahatan transnasional.
"Pertukaran informasi dan pengembangan kapasitas antar kedua institusi keamanan ke dua negara sangat dibutuhkan," ujar Tito ketika ditanya oleh Menteri Karen soal bidang kerja sama yang perlu dikembangkan ke depan.
Lihat Juga :