Muktamar ke-34 NU, Akankah KH Said Aqil Siradj Menyamai Gus Dur?
Rabu, 22 Desember 2021 - 16:08 WIB
loading...
A
A
A
Di tanah kelahiran Nabi Muhammad itu, Kiai Said belajar di Universitas King Abdul Aziz dan Ummul Qurra, dari jenjang sarjana hingga doktoral. Di Mekkah itulah, Kiai Said menjalin hubungan dengan almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Setelah merampungkan meraih gelar doktor pada 1994, Kiai Said kembali ke Indonesia. Gus Dur lalu mengajaknya aktif di NU setelah berhasil menjadi ketua PBNU dalam Muktamar ke-29 Cipasung. Kiai Said dipercaya menjadi Wakil Katib ‘Aam PBNU.
Hubungan yang cukup lama dengan Gus Dur banyak memberi pengaruh pada Kiai Said. Ini pun diakui sejumlah kiai, salah satunya KH Nawawi Abdul Jalil, pengasuh Pesantren Sidogiri, Pasuruan. Menurut dia, pandangan Kiai Said mirip dengan Gus Dur. “Nyeleneh-nya pun juga sama,” ungkap Kiai Nawawi pada saat berkunjung ke kantor PBNU pada 25 Juli 2011, seperti ditulis NU Online.
Baca juga: Yenny Wahid Sebut 2 Kandidat Ketum PBNU Punya Kedekatan dengan Gus Dur
Pada Muktamar ke-32 di Makassar tahun 2010, Kiai Said terpilih pertama kalinya sebagi Ketua Umum PBNU untuk periode 2010-2015. Di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan saat itu, Kiai Said unggul dengan perolehan 294 suara dari Slamet Effendi Yusuf yang mendapat 201 suara. Pada 2015, Kiai Said kembali terpilih sebagai ketua umum PBNU dalam Muktamar ke-33 di Jombang, Jawa Timur. Di bawah kepemimpinan Kiai Said, corak pandangan keislaman NU dan relasi negara-agama (ad-dien wa daulah) terus dijaga dan dikembangkan.
Tahun ini, Kiai Said kembali memanaskan bursa calon ketua umum PBNU dalam Muktamar ke-34 di Lampung . Dua pesaingnya adalah KH Yahya Cholil Staquf dan KH As’ad Said Ali. Akankah Said Aqil menyamai Gur Dur yang menjadi ketua umum dalam tiga muktamar?
Hubungan yang cukup lama dengan Gus Dur banyak memberi pengaruh pada Kiai Said. Ini pun diakui sejumlah kiai, salah satunya KH Nawawi Abdul Jalil, pengasuh Pesantren Sidogiri, Pasuruan. Menurut dia, pandangan Kiai Said mirip dengan Gus Dur. “Nyeleneh-nya pun juga sama,” ungkap Kiai Nawawi pada saat berkunjung ke kantor PBNU pada 25 Juli 2011, seperti ditulis NU Online.
Baca juga: Yenny Wahid Sebut 2 Kandidat Ketum PBNU Punya Kedekatan dengan Gus Dur
Pada Muktamar ke-32 di Makassar tahun 2010, Kiai Said terpilih pertama kalinya sebagi Ketua Umum PBNU untuk periode 2010-2015. Di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan saat itu, Kiai Said unggul dengan perolehan 294 suara dari Slamet Effendi Yusuf yang mendapat 201 suara. Pada 2015, Kiai Said kembali terpilih sebagai ketua umum PBNU dalam Muktamar ke-33 di Jombang, Jawa Timur. Di bawah kepemimpinan Kiai Said, corak pandangan keislaman NU dan relasi negara-agama (ad-dien wa daulah) terus dijaga dan dikembangkan.
Tahun ini, Kiai Said kembali memanaskan bursa calon ketua umum PBNU dalam Muktamar ke-34 di Lampung . Dua pesaingnya adalah KH Yahya Cholil Staquf dan KH As’ad Said Ali. Akankah Said Aqil menyamai Gur Dur yang menjadi ketua umum dalam tiga muktamar?
Lihat Juga :