Dituding Jegal SBY, PDIP Ungkap Manuver Demokrat di Pemilu 2009 Bikin Golkar Jadi Korban

Rabu, 22 Desember 2021 - 14:14 WIB
loading...
Dituding Jegal SBY,...
Sekjen PDIP Hasti Kristiyanto mengungkap manuver Partai Demokrat pada Pemilu 2009 yang akhirnya membuat Partai Golkar menjadi korban. Foto/dok.SINDOnewsFoto/
A A A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan manuver Partai Demokrat dalam menggalang partai politik ketika berkuasa untuk memenangkan Pemilu 2009. Ini disampaikan Hasto merespons tudingan elite Partai Demokrat Irwan Fecho soal skenario politik PDIP untuk menjegal Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar tidak bisa tampil di Pilpres 2009. Skenario itu adalah penetapan ambang batas pencapresan atau presidential thresholdsebesar 20%.

"Lho, 2009 Pak SBY kan sudah Presiden. Mana ada yang jegal secara politik? Bahkan PD di tahun 2009 menggalang dukungan parpol yang begitu besar dan bahkan mencapai kenaikan suara 300%," kata Hasto kepada wartawan, Rabu (22/12/2021).

Baca juga: Soal Presidential Threshold 20%, Demokrat Teringat Upaya Jegal SBY

Menurut dia, hal ini merupakan suatu kenaikan luar biasa yang terjadi karena adanya strategi khusus. Ia pun membayangkan betapa hebatnya di era multipartai ada sebuah partai yang perolehan suaranya naik sampai tiga kali lipat. Yang menjadi korban adalah Partai Golkar.

Jusuf Kalla (JK) waktu itu adalah wakil SBY dan Golkar telah sudah membentengi pemerintahan SBY secara luar biasa. Tetapi yang terjadi, perolehan Golkar pada 2009 justru malah turun atau tidak terkatrol naik. "Sementara yang dibela habis-habisan malah naik 300%," ujar dia melanjutkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Kritisi Parpol Koalisi,...
Kritisi Parpol Koalisi, Deddy PDIP: Jika Tidak Nyaman dengan Situasi Politik, Silakan Keluar dari Pemerintahan
Ajak Elite Politik Jaga...
Ajak Elite Politik Jaga Stabilitas Politik dan Konsisten Bersikap, Misbakhun: Jangan Ambigu
Disentil Jadi Partai...
Disentil Jadi Partai Penyeimbang, PDIP: Golkar Urus Pemadaman Listrik Saja
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Rekomendasi
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Kolombia Pecundangi...
Kolombia Pecundangi RD Kongo, Daniel Munoz Cetak Gol Penentu Kemenangan
Nikita Mirzani Jalani...
Nikita Mirzani Jalani Sidang PK Hari Ini, Bakal Hadir di PN Jaksel?
Berita Terkini
Pengacara Sony Sonjaya...
Pengacara Sony Sonjaya Sayangkan Permohonan JC Ditolak Kejagung
Presiden Prabowo: Saya...
Presiden Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Mantan Dirjen PHU Hilman Latief terkait Kasus Kuota Haji
Ditjen Polpum Dorong...
Ditjen Polpum Dorong Standarisasi Anggaran Kesbangpol Berbasis Risiko dan Kebutuhan Daerah
Kelakar Prabowo soal...
Kelakar Prabowo soal Nama Panglima TNI dan Kapolri: Susah Diganti
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Infografis
Geser Taylor Swift,...
Geser Taylor Swift, Lucy Guo Jadi Wanita Terkaya Termuda di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved