Muktamar NU dan Kisah Gus Dur Diam-diam Temui Syekh Minangkabau di Arab Saudi
Rabu, 22 Desember 2021 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Buku ‘Jejak Langkah Pak Harto 21 Maret 1988 -11 Maret 1993’ menyebutkan, Seoharto dalam pidatonya menekankan penguasaan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu dilandasi dan diimbangi dengan moral dan idealisme yang luhur. Seperti segi-segi keagamaan dan kepercayaan, etik dan budaya, segi-segi kemanusiaan, solidaritas sosial, dan segi-segi lainnya.
Pidato Try Soetrisno juga menyita perhatian. Sebagai seorang muslim santri, jenderal dari Korps Zeni itu tidak mengecewakan karena pidatonya ditaburi ungkapan-ungkapan Arab dan kutipan ayat-ayat Alquran dan hadits.
“Ketika Try selesai pidato, hadirin spontan melantunkan Salawat Badar,” kata Greg.
Muktamar berlangsung panas. Gus Dur dan Kiai Siddiq menghadapi saingan ketat dari lawan-lawannya yang dimotori Kiai Asád, Idham Chalid, dan Yusuf Hasyim. Nama terakhir tak lain adalah paman Gus Dur.
Dalam persaingan untuk posisi Rais Aam, Kiai Siddiq mengalahkan Idham Chalid dengan 118 suara melawan 116 suara. Kiai Siddiq unggul tipis hanya dengan berselisih 2 suara.
Adapun saingan utama Gus Dur yakni Yusuf Hasyim. Tapi apa mau dikata, Yusuf Hasyim gagal mendapatkan 40 suara cabang yang dipersyaratkan sehingga gagal dalam persaingan babak kedua. Alhasil, Gus Dur mulus terpilih sebagai Ketua Umum PBNU (tanfidziah) secara aklamasi.
Pidato Try Soetrisno juga menyita perhatian. Sebagai seorang muslim santri, jenderal dari Korps Zeni itu tidak mengecewakan karena pidatonya ditaburi ungkapan-ungkapan Arab dan kutipan ayat-ayat Alquran dan hadits.
“Ketika Try selesai pidato, hadirin spontan melantunkan Salawat Badar,” kata Greg.
Muktamar berlangsung panas. Gus Dur dan Kiai Siddiq menghadapi saingan ketat dari lawan-lawannya yang dimotori Kiai Asád, Idham Chalid, dan Yusuf Hasyim. Nama terakhir tak lain adalah paman Gus Dur.
Dalam persaingan untuk posisi Rais Aam, Kiai Siddiq mengalahkan Idham Chalid dengan 118 suara melawan 116 suara. Kiai Siddiq unggul tipis hanya dengan berselisih 2 suara.
Adapun saingan utama Gus Dur yakni Yusuf Hasyim. Tapi apa mau dikata, Yusuf Hasyim gagal mendapatkan 40 suara cabang yang dipersyaratkan sehingga gagal dalam persaingan babak kedua. Alhasil, Gus Dur mulus terpilih sebagai Ketua Umum PBNU (tanfidziah) secara aklamasi.
(thm)
Lihat Juga :