Jelang Muktamar ke-34 NU, Kiai Asad Ali Siap Dicalonkan Jadi Ketum PBNU
Selasa, 21 Desember 2021 - 20:01 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: KPK Berharap Muktamar ke-34 NU Bebas Politik Uang dan Hoaks
Respons dan apresiasi terhadap pemikiran dan amaliyah NU bahkan banyak diapresiasi mancanegara. ”Saat mengantarkan lawatan tokoh Taliban ke sejumlah pesantren di Indonesia, yang bersangkutan kagum keberadaan pesantren dan lembaga pendidikan NU,” ucapnya.
Kiai Asad menyebut, NU mempunyai modal yang sangat kuat, salah satunya Pendidikan Kader Penggerak NU (PKPNU). PKPNU saat ini sudah memiliki lebih dari 11.000 titik. PKPNU merupakan modal penting untuk menjawab beragam persoalan internal NU seperti kemandirian.
Selain itu, modal Aswaja juga tidak boleh dikesampingkan untuk menjawab tantangan di dunia dan Indonesia. “Saya berkeyakin NU mempunyai potensi kuat untuk menandingi pemikiran luar,” kata sosok kelahiran Kudus, Jawa Tengah, 19 Desember 1949 itu.
Kendati demikian, Kiai Asad sadar betul bahwa NU butuh nakhoda yang kuat dan merangkul semua elemen, terlebih menghadapi tantangan jelang usianya yang satu abad. “Kita sempit kalau hanya satu kelompok saja tidak mampu, dan saya siap merangkul semua yang ada di NU,” kata jebolan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (UGM) itu.
Respons dan apresiasi terhadap pemikiran dan amaliyah NU bahkan banyak diapresiasi mancanegara. ”Saat mengantarkan lawatan tokoh Taliban ke sejumlah pesantren di Indonesia, yang bersangkutan kagum keberadaan pesantren dan lembaga pendidikan NU,” ucapnya.
Kiai Asad menyebut, NU mempunyai modal yang sangat kuat, salah satunya Pendidikan Kader Penggerak NU (PKPNU). PKPNU saat ini sudah memiliki lebih dari 11.000 titik. PKPNU merupakan modal penting untuk menjawab beragam persoalan internal NU seperti kemandirian.
Selain itu, modal Aswaja juga tidak boleh dikesampingkan untuk menjawab tantangan di dunia dan Indonesia. “Saya berkeyakin NU mempunyai potensi kuat untuk menandingi pemikiran luar,” kata sosok kelahiran Kudus, Jawa Tengah, 19 Desember 1949 itu.
Kendati demikian, Kiai Asad sadar betul bahwa NU butuh nakhoda yang kuat dan merangkul semua elemen, terlebih menghadapi tantangan jelang usianya yang satu abad. “Kita sempit kalau hanya satu kelompok saja tidak mampu, dan saya siap merangkul semua yang ada di NU,” kata jebolan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (UGM) itu.
(cip)
Lihat Juga :