5 Pernyataan Politisi Senayan Paling Kontroversial Sepanjang 2021
Selasa, 21 Desember 2021 - 06:00 WIB
loading...
A
A
A
"Saya pribadi, saya sangat meyakini yang namanya polisi, hakim, jaksa itu tidak boleh di-OTT," kata Arteria Dahlan dalam sebuah webinar yang digelar Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dengan Kejaksaan Agung, Kamis (18/11).
Kontan pernyataan itu menimbulkan pro dan kontra. Budayawan Sudjiwo Tedjo secara satire menyebut bahwa alasan dan logika Arteria juga berlaku untuk seorang pencuri. Bagi dia, maling pun tidak boleh di-OTT. "Maling juga simbol negara. Suatu Wilayah tanpa maling berarti tanpa darkside, tidak utuh, tak sah disebut negara. Maling tak boleh di-OTT," kata Sudjowi Tedjo.
Arteria sendiri bukan kali ini saja membuat pernyataan kontroversial. Pada 2017, dalam rapat komisi III dengan KPK, Arteria memprotes pimpinan lembaga antirasuah itu karena tidak memanggil angota Komisi III dengan Yang Terhormat. Dia juga pernah menuding Emil Salim sebagai profesor sesat.
Baca juga: Arteria Dahlan: Perseteruan dengan Anggiat Jangan Dikaitkan dengan DPR dan PDIP
5. Minta TNI Jadi Ajudan Anggota DPR
![5 Pernyataan Politisi Senayan Paling Kontroversial Sepanjang 2021]()
Politikus Nasdem Brigita Lasut membuat kontroversi dengan meminta ajudan dari unsur TNI. Foto/ist
Anggota DPR termuda dari Partai Nasdem membuat kontroversi dengan meminta KSAD mengirimkan anggota TNI sebagai ajudannya. Permintaan itu disampaikannya melalui surat resmi dengan dalih telah diatur dalam Permen Nomor 85 Tahun 2014.
Perempuan berparas ayu ini mengaku sudah lama ingin meminta bantuan pengamanan dari TNI karena secara fisik dan mental siap untuk keadaan darurat. Lagi pula, dia juga merasa terlalu sering merepotkan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo kalau terus meminta bantuan dari kepolisian.
"Terkaitnya banyaknya kasus masyarakat di Sulut yang saya kawal, saya merasa lebih nyaman kali ini meminta bantuan TNI," tulisnya di akun Instagram, dikutip Kamis (2/12/2021). Tetapi permintaan itu pun secara tegas ditolak TNI AD sehingga Brigitta kembali mengirim surat untuk membatalkan permohonannya.
Kontan pernyataan itu menimbulkan pro dan kontra. Budayawan Sudjiwo Tedjo secara satire menyebut bahwa alasan dan logika Arteria juga berlaku untuk seorang pencuri. Bagi dia, maling pun tidak boleh di-OTT. "Maling juga simbol negara. Suatu Wilayah tanpa maling berarti tanpa darkside, tidak utuh, tak sah disebut negara. Maling tak boleh di-OTT," kata Sudjowi Tedjo.
Arteria sendiri bukan kali ini saja membuat pernyataan kontroversial. Pada 2017, dalam rapat komisi III dengan KPK, Arteria memprotes pimpinan lembaga antirasuah itu karena tidak memanggil angota Komisi III dengan Yang Terhormat. Dia juga pernah menuding Emil Salim sebagai profesor sesat.
Baca juga: Arteria Dahlan: Perseteruan dengan Anggiat Jangan Dikaitkan dengan DPR dan PDIP
5. Minta TNI Jadi Ajudan Anggota DPR

Politikus Nasdem Brigita Lasut membuat kontroversi dengan meminta ajudan dari unsur TNI. Foto/ist
Anggota DPR termuda dari Partai Nasdem membuat kontroversi dengan meminta KSAD mengirimkan anggota TNI sebagai ajudannya. Permintaan itu disampaikannya melalui surat resmi dengan dalih telah diatur dalam Permen Nomor 85 Tahun 2014.
Perempuan berparas ayu ini mengaku sudah lama ingin meminta bantuan pengamanan dari TNI karena secara fisik dan mental siap untuk keadaan darurat. Lagi pula, dia juga merasa terlalu sering merepotkan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo kalau terus meminta bantuan dari kepolisian.
"Terkaitnya banyaknya kasus masyarakat di Sulut yang saya kawal, saya merasa lebih nyaman kali ini meminta bantuan TNI," tulisnya di akun Instagram, dikutip Kamis (2/12/2021). Tetapi permintaan itu pun secara tegas ditolak TNI AD sehingga Brigitta kembali mengirim surat untuk membatalkan permohonannya.
(muh)
Lihat Juga :