Presidential Threshold Nol Persen dan RUU PKS Dibahas LaNyalla Saat Berkunjung ke Ponpes Al Hikmah
Senin, 20 Desember 2021 - 19:15 WIB
loading...
A
A
A
Alasan Gus Hadi, kasus kekerasan seksual semakin hari semakin bertambah dan bisa menimpa semua kalangan masyarakat. "Bahkan terjadi di lembaga pendidikan, seperti kasus yang di Bandung. Yang itu juga merusak nama pesantren, padahal bukan pesantren loh itu," jelasnya.
Sementara, Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengatakan wacana PT nol persen tersebut mendapat banyak dukungan dari masyarakat. "Kita ini memperjuangkan hak konstitusional rakyat, termasuk juga aspirasi masyarakat daerah. Karena siapa pun berhak berkontribusi terhadap perbaikan nasib bangsa," kata LaNyalla.
Selama ini, lanjut LaNyalla, partai sangat mendominasi. Hanya mereka yang bisa mencalonkan Presiden dan Wakil Presiden. Itu pun, lanjutnya, hanya partai-partai besar yang sudah berkongsi. "Sebenarnya banyak warga negara yang ingin memberi sumbangsih terhadap kemajuan bangsa. Tetapi tidak bisa karena ada aturan ambang batas itu. Ini yang harus didobrak. Karena ini tidak adil," ucap dia.
Baca juga: Relawan Capres Non Parpol Disarankan Bersatu Suarakan Penghapusan Presidential Threshold 20%
LaNyalla menegaskan, bangsa Indonesia lahir oleh entitas civil society, para ulama, kaum pendidik, cendekiawan, dan lain-lain termasuk raja dan sultan Nusantara. Namun, mereka justru terpinggirkan.
Sementara, Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengatakan wacana PT nol persen tersebut mendapat banyak dukungan dari masyarakat. "Kita ini memperjuangkan hak konstitusional rakyat, termasuk juga aspirasi masyarakat daerah. Karena siapa pun berhak berkontribusi terhadap perbaikan nasib bangsa," kata LaNyalla.
Selama ini, lanjut LaNyalla, partai sangat mendominasi. Hanya mereka yang bisa mencalonkan Presiden dan Wakil Presiden. Itu pun, lanjutnya, hanya partai-partai besar yang sudah berkongsi. "Sebenarnya banyak warga negara yang ingin memberi sumbangsih terhadap kemajuan bangsa. Tetapi tidak bisa karena ada aturan ambang batas itu. Ini yang harus didobrak. Karena ini tidak adil," ucap dia.
Baca juga: Relawan Capres Non Parpol Disarankan Bersatu Suarakan Penghapusan Presidential Threshold 20%
LaNyalla menegaskan, bangsa Indonesia lahir oleh entitas civil society, para ulama, kaum pendidik, cendekiawan, dan lain-lain termasuk raja dan sultan Nusantara. Namun, mereka justru terpinggirkan.
Lihat Juga :