Deteksi Omicron Lebih Cepat, Menkes: Kita Menggunakan Tes PCR dengan SGTF

Senin, 20 Desember 2021 - 18:00 WIB
loading...
Deteksi Omicron Lebih...
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah menggunakan tes PCR dengan S Gene Target Failure (SGTF) untuk mendeteksi kasus Omicron di Indonesia. Foto/BNPB
A A A
JAKARTA - Pemerintah terus melakukan upaya untuk mendeteksi kasus Omicron di Indonesia . Salah satunya selain dengan tes Whole Genome Sequencing (WGS), juga menggunakan tes PCR dengan S Gene Target Failure (SGTF).

“Apa yang kita lakukan? Selain dengan tes WGS, kita juga sudah menggunakan tes PCR dengan SGTF (S gene target failure) yang bisa lebih cepat mendeteksi,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam Konferensi Pers secara virtual, Senin (20/12/2021). Baca juga: Menkes: Orang yang Sudah Divaksin Lengkap Dapat Tertular Varian Omicron

Budi mengatakan bahwa tes PCR dengan SGTF bisa mendeteksi Omicron lebih cepat dalam waktu 4 sampai 6 jam saja. Sementara untuk WGS membutuhkan waktu sampai 5 hari.

“Karena tes PCR dengan SGTF berfungsi sebagai titer maka terjadi tidak 100% seperti WGS tapi kemungkinan besar bisa mendeteksi Omicron dalam waktu 4 sampai 6 jam saja. Sedangkan wgs membutuhkan hanya sampai 5 hari,” jelasnya.

Diketahui, saat ini kasus Omicron yang ada di Indonesia sebanyak 3 orang. Semuanya adalah imported case. “Jadi sudah terbukti, bahwa semua kasus ada di Indonesia adalah imported case, kasus yang masuk dari luar negeri adalah yang datang dari Nigeria pada tanggal 27 November.” Baca juga: Rumah Sakit AS Kewalahan, Tak Bisa Tampung Lonjakan Pasien Omicron

“Dan ini juga menunjukkan bahwa Alhamdulillah semua kasus terjadi di karantina, bisa kita tangkap di karantina sampai saat ini belum ada yang menyebar keluar,” tegas Budi.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkes Kaji Insentif...
Menkes Kaji Insentif untuk Dokter Umum dan Gigi di Daerah Tertinggal
Menkes Ungkap Ada Gap...
Menkes Ungkap Ada Gap Tinggi Penghasilan Dokter Spesialis: di Bone Rp3 Juta, di Mahakam Ulu Rp80 Juta
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Menkes Siap Dukung 4...
Menkes Siap Dukung 4 Langkah BGN untuk MBG
Menkes Ungkap 1.824...
Menkes Ungkap 1.824 Orang Paling Kaya Terima PBI-JK
LSP Hukum Kesehatan...
LSP Hukum Kesehatan Indonesia Diresmikan, BNSP: Perkuat Penyelesaian Sengketa Medis
Menkes Pastikan Korban...
Menkes Pastikan Korban Penyekapan di Bandung Jalani Rehabilitasi dan Rekonstruksi secara Optimal
Menkes Soroti Konsumsi...
Menkes Soroti Konsumsi Mayones Berlebihan, Satu Sendok Mengandung 100 Kalori
Menkes Ungkap Bahaya...
Menkes Ungkap Bahaya Tersembunyi Kecap Manis, Kandungan Natriumnya Ternyata Tinggi
Rekomendasi
Ngegas Naik Changan...
Ngegas Naik Changan Deepal S05 Jakarta- Ciletuh, Ternyata Begini Rasanya
10 Rudal Iran Gempur...
10 Rudal Iran Gempur Pangkalan Yordania dan Pusat Komando AS di Timur Tengah
Daftar 7 Negara OPEC+...
Daftar 7 Negara OPEC+ yang Buka Keran Minyak, Intip Angkanya
Berita Terkini
44 Pati TNI AD Resmi...
44 Pati TNI AD Resmi Naik Pangkat, Ini Nama dan Jabatannya
Sinergi dengan 138 Kampus...
Sinergi dengan 138 Kampus dalam Pendidikan Advokat, Peradi Profesional Raih Rekor MURI
Kasus Penggelapan Dana...
Kasus Penggelapan Dana Bank, Sadiah Amir Sussy Ditahan
Daftar 13 Lokasi yang...
Daftar 13 Lokasi yang Digeledah Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara dan Asabri
Polri Geledah 13 Lokasi...
Polri Geledah 13 Lokasi Dugaan Korupsi Batu Bara, Istana: Kita Hormati Proses Hukum
Sambut Harlah ke-28,...
Sambut Harlah ke-28, PKB Fasilitasi Beasiswa Jejak Nusantara untuk Siswa Arus Kualan
Infografis
Menkes: Laki-laki Celananya...
Menkes: Laki-laki Celananya Ukuran 33 Lebih Cepat Meninggal Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved