Sertu Kowad Nur Hayyu, Srikandi Cantik Punggawa Helikopter Apache
Selasa, 09 Juni 2020 - 10:31 WIB
loading...
A
A
A
Setelah lulus dari Pendidikan Pertama Bintara di Pusat Pendidikan Kowad (Pusdikkowad) Bandung, dia ditempatkan pada kecabangan Penerbad, dan kemudian mengikuti pendidikan spesialisasi Air Traffic Control dan berhasil lulus dengan nilai memuaskan. “Hal yang tidak pernah ada dalam pikiran saya mendapat kecabangan Penerbad. Jujur, waktu itu saya tidak tahu apa itu Penerbad. Alhamdulillah seiring berjalannya waktu, saya semakin tertarik pada Korps Penerbad. Saya bercita-cita memberikan yang terbaik untuk TNI AD melalui Korps Penerbad,” tuturnya dengan nada semangat.
Karena dedikasinya yang tinggi, Sertu Hayyu kemudian terpilih mengikuti pelatihan sebagai teknisi helikopter tempur Apache di Texas dan Virginia, AS pada 2018. Di sinilah keahliannya sebagai punggawa Apache diperdalam dan diasah. Dia menceritakan, banyak pengalaman yang didapat ketika mengenyam pelatihan di Negeri Paman Sam, sebagai satu-satunya siswa perempuan.
“Pengalaman paling berkesan ketika berjumpa dengan personel militer yang berasal dari kurang lebih 76 negara di dunia. Saya banyak mendapatkan teman baru, saya mempelajari dan memahami kultur militer dari banyak negara, serta banyak pula yang memperhatikan saya karena hijab yang saya kenakan dalam berseragam,”kenang gadis manis yang hoby renang dan mahir berbahasa Inggris.
![Sertu Kowad Nur Hayyu, Srikandi Cantik Punggawa Helikopter Apache]()
Sebagai satu-satunya siswa perempuan dari Indonesia, Hayyu juga dihadapkan pada sejumlah tantangan, sehingga harus membiasakan dan mengakrabkan diri dengan rekan-rekan lainnya. “Beruntungnya, rekan-rekannya selalu membantu. Demikian juga, Instruktur tidak sepenuhnya menggunakan Bahasa Inggris formal, sehingga terkadang saya harus bertanya apa maksud yang disampaikan. Saya bersyukur selama di kelas, 11 rekan saya yang kesemuanya US Army selalu kooperatif dan Alhamdulillah saya meraih predikat Distinguished Graduate atau lulusan terhormat,” ungkapnya dengan bangga.
Sertu Hayyu menyadari bahwa tugas dan tanggung jawabnya sebagai Punggawa Apache tidaklah mudah, harus ekstra teliti dan hati-hati. Dia wajib mengecek segala kesiapan pesawat, mulai dari nol sampai akhir, karena keselamatan penerbang tergantung adjustment dari seorang mekanik. “Dalam tugas dan pekerjaan kami harus berani bertanya jika kurang paham, harus berani mengakui apabila melakukan kesalahan, dan harus berani bertanggung jawab atas keputusan yang kami ambil,” tandasnya.
Karena dedikasinya yang tinggi, Sertu Hayyu kemudian terpilih mengikuti pelatihan sebagai teknisi helikopter tempur Apache di Texas dan Virginia, AS pada 2018. Di sinilah keahliannya sebagai punggawa Apache diperdalam dan diasah. Dia menceritakan, banyak pengalaman yang didapat ketika mengenyam pelatihan di Negeri Paman Sam, sebagai satu-satunya siswa perempuan.
“Pengalaman paling berkesan ketika berjumpa dengan personel militer yang berasal dari kurang lebih 76 negara di dunia. Saya banyak mendapatkan teman baru, saya mempelajari dan memahami kultur militer dari banyak negara, serta banyak pula yang memperhatikan saya karena hijab yang saya kenakan dalam berseragam,”kenang gadis manis yang hoby renang dan mahir berbahasa Inggris.

Sebagai satu-satunya siswa perempuan dari Indonesia, Hayyu juga dihadapkan pada sejumlah tantangan, sehingga harus membiasakan dan mengakrabkan diri dengan rekan-rekan lainnya. “Beruntungnya, rekan-rekannya selalu membantu. Demikian juga, Instruktur tidak sepenuhnya menggunakan Bahasa Inggris formal, sehingga terkadang saya harus bertanya apa maksud yang disampaikan. Saya bersyukur selama di kelas, 11 rekan saya yang kesemuanya US Army selalu kooperatif dan Alhamdulillah saya meraih predikat Distinguished Graduate atau lulusan terhormat,” ungkapnya dengan bangga.
Sertu Hayyu menyadari bahwa tugas dan tanggung jawabnya sebagai Punggawa Apache tidaklah mudah, harus ekstra teliti dan hati-hati. Dia wajib mengecek segala kesiapan pesawat, mulai dari nol sampai akhir, karena keselamatan penerbang tergantung adjustment dari seorang mekanik. “Dalam tugas dan pekerjaan kami harus berani bertanya jika kurang paham, harus berani mengakui apabila melakukan kesalahan, dan harus berani bertanggung jawab atas keputusan yang kami ambil,” tandasnya.
Lihat Juga :