Ungkap 402 Kg Narkoba, Kompolnas: Prestasi Satgasus Merah Putih Luar Biasa
Selasa, 09 Juni 2020 - 10:06 WIB
loading...
A
A
A
Menanggapi suksesnya pengungkapan kasus besar oleh Satgasus Merah Putih, Poengky berpesan agar tak lantas berpuas diri. Dirinya mengingatkan trik ataupun modus digunakan para bandar semakin canggih dari masa ke masa. Selain sumber daya manusia yang memiliki kemampuan handal, faktor lain dibutuhkan dalam perang terhadap narkoba yaitu terus melakukan pembaruan peralatan digunakan.
“Trik-trik bandar-bandar narkoba yang semakin lama semakin canggih menjadi tantangan bagi Polri untuk dapat menaklukkannya. Kerja sama dengan seluruh stakeholders baik di dalam maupun di luar negeri sangat dibutuhkan. Penggunaan peralatan yang modern, terutama IT, harus ditingkatkan. Pengawasan ketat harus dilakukan di semua ‘jalan-jalan tikus’ dan pelajari modus-modus baru pelaku,” sambungnya.
Hal lain yang menjadi perhatian Poengky dalam pemberantasan narkoba adalah integritas anggota Polri. Dia menekankan disiplin anggota dalam mengungkap kejahatan narkoba harus ditingkatkan. “Segera proses hukum dan pecat oknum anggota yang berani jadi backing bandar atau berani gaya-gaya mengonsumsi narkoba, serta berikan reward kepada anggota yang berhasil membongkar jaringan narkoba,”tegasnya.
Kendati mendukung penuh penindakan tegas terhadap para bandar narkoba, namun anggota Polri diwanti-wantinya tak melakukan pelanggaran HAM. “Saya mendukung arahan Kapolri pada anggota, ketika anggota Polri mendapatkan perlawanan dan bahkan serangan dari bandar narkoba yang membahayakan nyawa anggota serta orang-orang di sekitarnya, maka anggota berwenang menggunakan tindakan tegas terukur. Saya berharap dalam melaksanakan tugasnya, anggota tetap berpegang pada aturan Peraturan Kapolri nomor 1 tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dan nomor 8 tahun 2009 tentang Implementasi HAM,” beber wanita yang sebelumnya memiliki latar belakang pembela HAM ini.
“Trik-trik bandar-bandar narkoba yang semakin lama semakin canggih menjadi tantangan bagi Polri untuk dapat menaklukkannya. Kerja sama dengan seluruh stakeholders baik di dalam maupun di luar negeri sangat dibutuhkan. Penggunaan peralatan yang modern, terutama IT, harus ditingkatkan. Pengawasan ketat harus dilakukan di semua ‘jalan-jalan tikus’ dan pelajari modus-modus baru pelaku,” sambungnya.
Hal lain yang menjadi perhatian Poengky dalam pemberantasan narkoba adalah integritas anggota Polri. Dia menekankan disiplin anggota dalam mengungkap kejahatan narkoba harus ditingkatkan. “Segera proses hukum dan pecat oknum anggota yang berani jadi backing bandar atau berani gaya-gaya mengonsumsi narkoba, serta berikan reward kepada anggota yang berhasil membongkar jaringan narkoba,”tegasnya.
Kendati mendukung penuh penindakan tegas terhadap para bandar narkoba, namun anggota Polri diwanti-wantinya tak melakukan pelanggaran HAM. “Saya mendukung arahan Kapolri pada anggota, ketika anggota Polri mendapatkan perlawanan dan bahkan serangan dari bandar narkoba yang membahayakan nyawa anggota serta orang-orang di sekitarnya, maka anggota berwenang menggunakan tindakan tegas terukur. Saya berharap dalam melaksanakan tugasnya, anggota tetap berpegang pada aturan Peraturan Kapolri nomor 1 tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dan nomor 8 tahun 2009 tentang Implementasi HAM,” beber wanita yang sebelumnya memiliki latar belakang pembela HAM ini.
(cip)
Lihat Juga :