Cerita Sebuah Gerai Pizza di Pittsburgh
Sabtu, 18 Desember 2021 - 09:21 WIB
loading...
A
A
A
Setelah dirasa memiliki modal cukup, ia memutuskan mengawali bisnisnya sendiri. Membuka sebuah kedai pizza yang dinamai “Uptown Kitchen”. Terletak di daerah “uptown”, Forbes Ave, Pittsburgh. Lokasinya sangat strategis. Berdekatan dengan rumah sakit dan hotel. Pangsa pasar yang potensial. Ia menyewa semacam ruko yang terdiri dari dua bangunan bersebelahan sehingga membuat ruangan terasa lapang dan hommy. Sangat berbeda dibandingkan dengan kedai sejenis yang saya jumpai ketika berkunjung di New York yang rata-rata berukuran sempit dan terasa sesak.
“Uptown Kitchen” menyediakan beberapa jenis makanan., tetapi produk andalannya adalah pizza dengan segala jenis variasinya. Meski sudah banyak gerai pizza di Pittsburgh, namun Uptown Kitchen punya pelanggan setia. Pertautan rasa lokal dengan sentuhan bumbu Asia dalam pizza, mungkin menjadi salah satu faktor yang membuat pizza ini digandrungi orang setempat. Pandemi COVID-19 tak menyurutkan animo pelanggan.
Namun, kesuksesan itu tidak diraih dalam satu malam. Harry sudah merasakan jatuh bangun dalam menjalankan bisnisnya. Di awal 3 tahun berjalan bukannya untung justru merugi bahkan terlilit hutang. Faktornya bukan karena minim pelanggan, namun karena persoalan kemitraan yang akhirnya berujung pada bubar. Hebatnya, situasi itu tidak membuatnya patah arang. Justru ia jadi lebih bersemangat untuk membangun lagi dari awal. Tentu saja dengan lebih selektif dalam memilih mitra bisnis. Pengalaman terdahulu dijadikan pembelajaran. Perlahan namun pasti, Uptown Kitchen bangkit dan berkembang dengan sukses.
Yang menarik dari perbincangan kami mengenai perjalanannya membangun bisnis adalah iklim bisnis yang kondusif di Pittsburgh. Kebijakan pemeritah setempat sangat mendukung bisnis bisa bertumbuh dengan baik. Misalnya, kemudahan aspek perijinan. Selain mudah, juga tidak ada biaya “di bawah meja” dan pungutan liar lainnya. Fasilitas publik terawat dengan baik, pelayanan publik baik pun terselenggara dengan baik sebagai bentuk kompensasi dari pajak yang dibayar rakyat.
Pemerintah menerapkan standar kualitas yang ketat. Misalnya dalam penerapan standar kualitas makanan, pengelolaan limbah, dan sebagainya. Petugas terkait akan melakukan pemeriksaan dokumen dan cek di lapangan. Jika tidak ada masalah dalam hal dokumen dan faktualnya, prosesnya dipastikan lancar. Namun jika ada kekurangan, petugas akan memberi kesempatan untuk melakukan perbaikan.
Kemudahan lainnya adalah sebagian besar supplier memberikan “gross period” dalam pembayaran. Menurut Harry, pada saat usahanya merugi, beragam vendor tetap menawarkan “supply” barang dengan model pembayaran tunda, alias bisa dilakukan dalam beberapa bulan ke belakang sehingga memberi kesempatan pengusaha untuk memutarkan roda bisnisnya meski modal minim.
“Uptown Kitchen” menyediakan beberapa jenis makanan., tetapi produk andalannya adalah pizza dengan segala jenis variasinya. Meski sudah banyak gerai pizza di Pittsburgh, namun Uptown Kitchen punya pelanggan setia. Pertautan rasa lokal dengan sentuhan bumbu Asia dalam pizza, mungkin menjadi salah satu faktor yang membuat pizza ini digandrungi orang setempat. Pandemi COVID-19 tak menyurutkan animo pelanggan.
Namun, kesuksesan itu tidak diraih dalam satu malam. Harry sudah merasakan jatuh bangun dalam menjalankan bisnisnya. Di awal 3 tahun berjalan bukannya untung justru merugi bahkan terlilit hutang. Faktornya bukan karena minim pelanggan, namun karena persoalan kemitraan yang akhirnya berujung pada bubar. Hebatnya, situasi itu tidak membuatnya patah arang. Justru ia jadi lebih bersemangat untuk membangun lagi dari awal. Tentu saja dengan lebih selektif dalam memilih mitra bisnis. Pengalaman terdahulu dijadikan pembelajaran. Perlahan namun pasti, Uptown Kitchen bangkit dan berkembang dengan sukses.
Yang menarik dari perbincangan kami mengenai perjalanannya membangun bisnis adalah iklim bisnis yang kondusif di Pittsburgh. Kebijakan pemeritah setempat sangat mendukung bisnis bisa bertumbuh dengan baik. Misalnya, kemudahan aspek perijinan. Selain mudah, juga tidak ada biaya “di bawah meja” dan pungutan liar lainnya. Fasilitas publik terawat dengan baik, pelayanan publik baik pun terselenggara dengan baik sebagai bentuk kompensasi dari pajak yang dibayar rakyat.
Pemerintah menerapkan standar kualitas yang ketat. Misalnya dalam penerapan standar kualitas makanan, pengelolaan limbah, dan sebagainya. Petugas terkait akan melakukan pemeriksaan dokumen dan cek di lapangan. Jika tidak ada masalah dalam hal dokumen dan faktualnya, prosesnya dipastikan lancar. Namun jika ada kekurangan, petugas akan memberi kesempatan untuk melakukan perbaikan.
Kemudahan lainnya adalah sebagian besar supplier memberikan “gross period” dalam pembayaran. Menurut Harry, pada saat usahanya merugi, beragam vendor tetap menawarkan “supply” barang dengan model pembayaran tunda, alias bisa dilakukan dalam beberapa bulan ke belakang sehingga memberi kesempatan pengusaha untuk memutarkan roda bisnisnya meski modal minim.
Lihat Juga :