Amini Penilaian Gus Dur, Gus Yaqut Sebut Kemenag Memang Seperti Pasar

Kamis, 16 Desember 2021 - 15:51 WIB
loading...
Amini Penilaian Gus Dur, Gus Yaqut Sebut Kemenag Memang Seperti Pasar
Menag Yaqut Cholil Qoumas kembali mengingatkan soal pernyataan Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang ingin membubarkan Departemen Agama (Kemenag). FOTO/TANGKAPAN LAYAR
A A A
JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas kembali mengingatkan soal pernyataan Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang ingin membubarkan Departemen Agama ( Kemenag ). Gus Dur menilai Depag sudah menjelma menjadi pasar, semua ada di dalamnya kecuali agama.

Gus Yaqut mengamini bahwa Kemenag memang seperti pasar, tetapi tetap ada agama di dalamnya.

"Kita harus mampu menjawab apa yang perlu dilakukan oleh Gus Dur bahwa Kementerian Agama ini memang seperti pasar, semua ada, termasuk di dalamnya agama. Kenapa agama, harusnya menjadi bagian dari inspirasi kita dalam memberikan pelayanan," kata Gus Yaqut dalam pembukaan rangkaian kegiatan Hari Amal Bhakti ke-76 Kemenag yang disiarkan secara daring, Kamis(16/12/2021).

Baca juga: Kebijakan Karantina Berubah-ubah, Kemenag Belum Tetapkan Aturan Umrah Terbaru

Menurutnya, agama selalu membawa ajaran-ajaran universal yang baik, kesetaraan, integritas, kejujuran, dan seterusnya. Gus Yaqut meminta seluruh jajarannya agar dapat menggunakan agama sebagai inspirasi guna berikan pelayanan terbaik kepada publik.

"Mari kita bahwa nilai-nilai agama sebagai inspirasi dalam memberikan pelayanan kepada publik," katanya.

Pada kesempatan itu, Menag juga menyerahkan secara simbolis bantuan untuk korban erupsi Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur senilai Rp1 miliar.

"Mudah-mudahan bermanfaat buat saudara-saudara kita di Lumajang sekaligus menjadi amal saleh bagi kita semua dan menjadi catatan bagi kita semua bahwa kita ini memberikan perhatian kepada tertimpa musibah," katanya.

Baca juga: Kemenag: Pemberangkatan Jamaah Umrah oleh Travel Setelah 23 Desember
(abd)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1084 seconds (10.177#12.26)