Kemenag: UISSI Dobrak Keterbatasan Akses Pendidikan Tinggi Keagamaan Islams
Kamis, 16 Desember 2021 - 01:09 WIB
loading...
A
A
A
"Kita memahami bahwa ruang ini menjadi tempat bersemayamnya berbagai aneka ragam gagasan, maka kita perlu hadir memberikan warna sekaligus memberikan ruang secara formal bagi anak bangsa untuk meningkatkan kualifikasi kompetensi yang tentu saja bermuara pada kesejahteraan," tuturnya.
Guru Besar UIN Sunan Gunung Jati ini menjelasksn kehadiran UISSI akan mengubah pola pendidikan Islam yang tidak melulu melalui ruang formal yang hanya dapat diakses oleh anak bangsa yang berkesempatan, tetapi juga mereka yang membutuhkan, meski mereka dalam keadaan yang tidak memungkinkan, seperti tinggal di daerah-daerah terpencil, atau pun yang waktunya tersita demi mengabdikan dirinya pada pendidikan.
"Bahwa ada skitar 40.000 guru-guru madrasah yang belum memenuhi jenjang pendidikan S-1, dan ini yang diperintahkan oleh Pak Menteri agar segera menghadirkan pemenuhan terhadap kompetensi guru, yang tujuan utamanya adalah kita ingin memenuhi janji konstitusi, yaitu mencerdaskan anak bangsa," tandasnya. Baca juga: Transformasi IAIN Cirebon Jadi UISSI, Menag Luncurkan PJJ Pendidikan Agama Islam
Sebagai informasi, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam berbasis siber yang pertama di Indonesia, berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam No. 1175 Tahun 2021, tentang penetapan Institut Agama Islam Syekh Nurjati sebagai pilot project Perguruan Tinggi Keagamaan Islam yang berbasis Digital University.
(mhd)
Lihat Juga :