Pengamat: Perumahan Rakyat Bisa Tekan Polarisasi Politik lewat Social Engineering
Selasa, 14 Desember 2021 - 20:58 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Pemerintah Targetkan Bantuan Subsidi Perumahan 380.376 Unit di 2021
“Bertemunya elemen-elemen sosial itu di kompleks perumahan bersubsidi, akan membuka terciptanya komunikasi horizontal, yang sangat efektif untuk menekan tren polarisasi politik yang belakangan semakin dieksploitasi oleh hadirnya digital democracy yang memfasilitasinya hadirnya hoaks, fake news hingga hate speech di masyarakat kita,” kata Umam yang juga alumni School of Political Science & International Studies, The University of Queensland, Australia, tersebut.
Padangan Umam itu senada dengan CEO Askakreativa yang juga mantan Ekonom Bank Dunia Indonesia Vivi Alatas, yang menilai perumahan rakyat ke depan bisa memadukan masyarakat dari berbagai kelas sosial. “Jadi modelnya mixed-income housing, supaya interaksi sosial masyarakat kita semakin produktif dan resilient,” kata Vivi.
“Bertemunya elemen-elemen sosial itu di kompleks perumahan bersubsidi, akan membuka terciptanya komunikasi horizontal, yang sangat efektif untuk menekan tren polarisasi politik yang belakangan semakin dieksploitasi oleh hadirnya digital democracy yang memfasilitasinya hadirnya hoaks, fake news hingga hate speech di masyarakat kita,” kata Umam yang juga alumni School of Political Science & International Studies, The University of Queensland, Australia, tersebut.
Padangan Umam itu senada dengan CEO Askakreativa yang juga mantan Ekonom Bank Dunia Indonesia Vivi Alatas, yang menilai perumahan rakyat ke depan bisa memadukan masyarakat dari berbagai kelas sosial. “Jadi modelnya mixed-income housing, supaya interaksi sosial masyarakat kita semakin produktif dan resilient,” kata Vivi.
(cip)
Lihat Juga :