Mencari Partnership Proyek Bandara
Selasa, 14 Desember 2021 - 15:28 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintah pun tak tinggal diam dengan kondisi ini, bahkan harus memutar otak bagaimana agar proyek infrastruktur tidak mandek. Berbagai skema dilakukan pemerintah agar pembangunan bandara tetap bisa dilaksanakan. Pemerintah menawarkan skema kerja sama pengelolaan bandara di Tanah Air dengan menggandeng perusahaan asing.
Bandara Komodo misalnya, merupakan proyek bandara pertama yang melibatkan investor asing. Pemenang Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dalam proyek tersebut adalah PT Cardig Aero Service Tbk (CAS), Changi Airports International Pte Ltd (CAI), dan Changi Airports MENA Pte Ltd.
Konsorsium Cardig dan Changi menanamkan investasi sebesar Rp1,2 triliun dalam kurun waktu maksimal lima tahun. Dana tersebut akan digunakan untuk belanja modal pengembangan Bandara Komodo. Selain itu, konsorsium juga akan menyediakan belanja operasional sebesar Rp5,7 triliun dalam kurun waktu 25 tahun. Setelah masa konsesi 25 tahun berakhir, konsorsium akan menyerahkan kembali pengelolaan Bandara Komodo kepada pemerintah.
Selain Bandara Komodo, sejumlah bandara yang ditawarkan diantaranya Bandara Internasional Kualanamu Medan yang dijajaki ke investor asal India.
PT Angkasa Pura I sebagai pengelola bandara di wilayah Indonesia bagian timur juga menyiapkan daur ulang aset (asset recycling) pada sejumlah bandara. Bandara yang dalam waktu dekat akan kedatangan investor yaitu Bandara Lombok Zainuddin Abdul Madjid, Nusa Tenggara Barat. Bandara lainnya yakni Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan. Demikian juga dengan Bandara Ngurah Rai, Bali yang disiapkan untuk didaur ulang. Perseroan juga mencari mitra strategis untuk Bandara Hang Nadim Batam dan Bandara Dhoho Kediri.
Bandara Komodo misalnya, merupakan proyek bandara pertama yang melibatkan investor asing. Pemenang Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dalam proyek tersebut adalah PT Cardig Aero Service Tbk (CAS), Changi Airports International Pte Ltd (CAI), dan Changi Airports MENA Pte Ltd.
Konsorsium Cardig dan Changi menanamkan investasi sebesar Rp1,2 triliun dalam kurun waktu maksimal lima tahun. Dana tersebut akan digunakan untuk belanja modal pengembangan Bandara Komodo. Selain itu, konsorsium juga akan menyediakan belanja operasional sebesar Rp5,7 triliun dalam kurun waktu 25 tahun. Setelah masa konsesi 25 tahun berakhir, konsorsium akan menyerahkan kembali pengelolaan Bandara Komodo kepada pemerintah.
Selain Bandara Komodo, sejumlah bandara yang ditawarkan diantaranya Bandara Internasional Kualanamu Medan yang dijajaki ke investor asal India.
PT Angkasa Pura I sebagai pengelola bandara di wilayah Indonesia bagian timur juga menyiapkan daur ulang aset (asset recycling) pada sejumlah bandara. Bandara yang dalam waktu dekat akan kedatangan investor yaitu Bandara Lombok Zainuddin Abdul Madjid, Nusa Tenggara Barat. Bandara lainnya yakni Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan. Demikian juga dengan Bandara Ngurah Rai, Bali yang disiapkan untuk didaur ulang. Perseroan juga mencari mitra strategis untuk Bandara Hang Nadim Batam dan Bandara Dhoho Kediri.
Lihat Juga :