Satgas Covid-19: Belum Ditemukan Kasus Omicron di Indonesia
Kamis, 09 Desember 2021 - 19:59 WIB
loading...
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan Covid-19 varian Omicron belum ditemukan di Indonesia. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah terus memonitor distribusi varian Covid-19 di Tanah Air. Wiku menegaskan bahwa hingga kini belum ditemukan varian Omicron di Indonesia.
“Saat ini pemerintah terus memonitor distribusi varian Covid-19 melalui sequencing spesimen pelaku perjalanan di tiap pintu masuk yang tersebar di Indonesia. Sampai sekarang belum ditemukan kasus bervarian Omicron,” katanya, Kamis (9/12/2021).
Wiku berharap antisipasi yang telah dilakukan sejak dini dapat membendung importasi varian Omicron. Pemerintah, kata Wiku, berkomitmen akan mengoptimalisasi kapasitas testing.
Baca juga: Waspada! WHO Sebut Varian Omicron Sudah Terdeteksi di 57 Negara
“Khususnya alat testing yang memiliki sensitivitas yang tinggi. Termasuk untuk mendeteksi berbagai varian Covid-19. Saat ini laboratorium di seluruh Indonesia telah mampu mendeteksi karakteristik genetic kepada sekitar 500 sampai 600 sample per hari untuk mendukung upaya peningkatan jumlah sequencing. Khususnya spesimen pelaku perjalanan dari negara-negara yang terdeteksi mengalami transmisi komunitas akibat varian Omicron,” paparnya.
Baca juga: Eijkman Pastikan Varian Omicron Belum Ditemukan di Indonesia
Wiku menambahkan, untuk mendukung kebijakan perpanjangan durasi karantina pemerintah menjamin ketersediaan fasilitas karantina. “Baik Wisma Atlet atau Pasar Rumput dengan kapasitas kamar mencapai 3.700 kamar. Serta 72 hotel yang tersebar secara nasional,” katanya.
“Saat ini pemerintah terus memonitor distribusi varian Covid-19 melalui sequencing spesimen pelaku perjalanan di tiap pintu masuk yang tersebar di Indonesia. Sampai sekarang belum ditemukan kasus bervarian Omicron,” katanya, Kamis (9/12/2021).
Wiku berharap antisipasi yang telah dilakukan sejak dini dapat membendung importasi varian Omicron. Pemerintah, kata Wiku, berkomitmen akan mengoptimalisasi kapasitas testing.
Baca juga: Waspada! WHO Sebut Varian Omicron Sudah Terdeteksi di 57 Negara
“Khususnya alat testing yang memiliki sensitivitas yang tinggi. Termasuk untuk mendeteksi berbagai varian Covid-19. Saat ini laboratorium di seluruh Indonesia telah mampu mendeteksi karakteristik genetic kepada sekitar 500 sampai 600 sample per hari untuk mendukung upaya peningkatan jumlah sequencing. Khususnya spesimen pelaku perjalanan dari negara-negara yang terdeteksi mengalami transmisi komunitas akibat varian Omicron,” paparnya.
Baca juga: Eijkman Pastikan Varian Omicron Belum Ditemukan di Indonesia
Wiku menambahkan, untuk mendukung kebijakan perpanjangan durasi karantina pemerintah menjamin ketersediaan fasilitas karantina. “Baik Wisma Atlet atau Pasar Rumput dengan kapasitas kamar mencapai 3.700 kamar. Serta 72 hotel yang tersebar secara nasional,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :