Keterlibatan Perempuan dalam Pengelolaan Hutan Perlu Diperkuat
Selasa, 07 Desember 2021 - 19:30 WIB
loading...
A
A
A
"Untuk alasan itulah LivE mencoba mendampingi ibu-ibu, berbagi informasi tentang yang mereka butuhkan, dan menjembatani mereka dengan TNKS," katanya.
Menurut Dedek, minimnya pengetahuan perempuan tentang hutan juga karena terkendala akses informasi. Setiap kali ada sosialisasi mengenai hutan dan program-programnya, yang diundang selalu laki-laki bukan perempuan.
Baca juga: Berhari-hari Sembunyi di Hutan, Predator Anak Akhirnya Serahkan Diri ke Polisi
"Inilah yang kiranya menghambat pergerakan mereka (kelompok perempuan) di sekitar TNKS. Namun saat ini, itu sudah teratasi. KPPL sudah memiliki hubungan langsung dengan TNKS, sehingga sekarang pendampingan dari LivE sudah berkurang," katanya dalam diskusi yang dipandu oleh Elmi Arkana ini.
Plt Kepala Balai Besar TNKS Pratono Puroso mengatakan, kolaborasi multipihak diperlukan sebagai penunjang pengelolaan hutan. Terdiri dari para pemangku kebijakan, sektor swasta, para akademisi, tenaga ahli, dan masyarakat sipil.
"Utamanya, masyarakat yang tinggal di sekitar TNKS. Interaksi mereka dan kerja samanya berdampak sama sekali pada hutan di TNKS," kata Pratono Puroso.
Menurut Dedek, minimnya pengetahuan perempuan tentang hutan juga karena terkendala akses informasi. Setiap kali ada sosialisasi mengenai hutan dan program-programnya, yang diundang selalu laki-laki bukan perempuan.
Baca juga: Berhari-hari Sembunyi di Hutan, Predator Anak Akhirnya Serahkan Diri ke Polisi
"Inilah yang kiranya menghambat pergerakan mereka (kelompok perempuan) di sekitar TNKS. Namun saat ini, itu sudah teratasi. KPPL sudah memiliki hubungan langsung dengan TNKS, sehingga sekarang pendampingan dari LivE sudah berkurang," katanya dalam diskusi yang dipandu oleh Elmi Arkana ini.
Plt Kepala Balai Besar TNKS Pratono Puroso mengatakan, kolaborasi multipihak diperlukan sebagai penunjang pengelolaan hutan. Terdiri dari para pemangku kebijakan, sektor swasta, para akademisi, tenaga ahli, dan masyarakat sipil.
"Utamanya, masyarakat yang tinggal di sekitar TNKS. Interaksi mereka dan kerja samanya berdampak sama sekali pada hutan di TNKS," kata Pratono Puroso.
Lihat Juga :