Prajurit Kopassus Ini Awalnya Ditertawakan saat Ingin Jadi Jenderal, Endingnya Semua Orang Hormat!

Selasa, 07 Desember 2021 - 05:30 WIB
loading...
Prajurit Kopassus Ini Awalnya Ditertawakan saat Ingin Jadi Jenderal, Endingnya Semua Orang Hormat!
Prajurit pasukan elite Kopassus menembus rimba belantara dalam sebuah operasi tempur. Foto/Penerangan Kopassus.
A A A
JAKARTA - Seorang prajurit Komando Pasukan Khusus ( Kopassus ) diledek dan ditertawakan ketika mengungkapkan keinginannya menjadi jenderal . Namun putaran waktu membalikkan semua cemoohan itu. Sang prajurit bukan saja menjadi perwira tinggi, tapi juga Danjen Kopassus!

Prajurit Korps Baret Merah itu tak lain Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo alias Subagyo HS. Serdadu berkumis lebat itu bahkan menembus pangkat bintang empat ketika dipercaya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada 1998-1999. Baca juga: Daun Teh Direbus Air Sabun, Kisah di Balik Pembuatan Baret Merah Kopassus

Kisah ledekan itu terjadi kala Subagyo masih perwira menengah Kopassus berpangkat letnan kolonel. Suatu hari dia berkumpul dengan teman-teman lamanya seraya makan bakmi goreng di Kauman, Yogyakarta.

Sambil ngobrol ngalor ngidul, Bagyo mengungkapkan keinginannya untuk menjadi jenderal suatu saat nanti. Sebuah impian yang wajar sebenarnya. Bagi semua prajurit terutama dari lulusan akademi militer, menjadi jenderal adalah impian. Tapi apa yang terjadi?

“Mendengar itu (cita-cita Subagyo), rekan-rekannya spontan menanggapi dengan nada sinis dibarengi gelak tawa,” kata Carmelia Sukmawati dalam buku ’Subagyo HS KASAD dari Piyungan’, dikutip Selasa (7/12/2021).





Bukan tanpa sebab bila teman-temannya menertawakan. Mereka tahu persis latar belakang Bagyo, siapa orangtuanya, kerabat dan dari mana berasal. Cita-cita Bagyo untuk menembus pangkat jenderal dianggap terlalu muluk bagi seorang anak desa.

Salah seorang rekan Bagyo yakni Rosil (kelak menjadi pengusaha di Yogyakarta). Aktivis Muhammadiyah ini sahabat karib Bagyo sekaligus tempat bertanya tentang hal-hal rohaniah. Rosil mengakui saat itu tidak ada yang percaya dengan omongan Bagyo.

“Waktu itu Subagyo sudah sangat yakin dirinya akan bisa menjadi jenderal. Tapi teman-temannya tidak ada yang percaya. Bagaimana mungkin dia bisa mewujudkan impiannya itu, kami tahu latar belakangnya,” kata dia.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2343 seconds (11.252#12.26)