Daun Teh Direbus Air Sabun, Kisah di Balik Pembuatan Baret Merah Kopassus
Kamis, 11 November 2021 - 08:51 WIB
loading...
Baret Merah ciri khas prajurit Kopassus. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Komando Pasukan Khusus (Kopassus) merupakan pasukan elite TNI Angkatan Darat (AD) yang cukup disegani. Ya, pasukan yang memiliki ciri khas Baret Merah ini banyak menorehkan tinta emas di berbagai medan operasi.
Penggunaan Baret Merah oleh Kopassus memiliki filosofi yang mendalam. Warna merah baret Kopassus ini mengandung arti keberanian yang luar biasa, motivasi tinggi untuk meraih kesuksesan, kematangan dalam pola pikir dan olah rasa, mempunyai keseimbangan dalam Intelligent Quotient (IQ) dan Emotional Quotient (EQ). Sekaligus melambangkan bahwa dalam setiap penugasan harus tercapai suatu kemenangan dalam merebut sasaran yang diperintahkan.
Hal itu sesuai dengan harapan pendiri Kopassus Mayor Inf. Moch Idjon Djanbi yang menginginkan pasukan yang dibinanya bisa dikenal seperti “The Red Devils” atau pasukan Para Inggris pada Perang Dunia (PD) II.
Baca juga: Keren! Ini Desain Seragam Tempur Masa Depan Hantu Rimba Kopassus
Dikutip dari buku “Kopassus untuk Indonesia” Jilid II, konsep “Baret Merah” sendiri baru digunakan ketika Kesatuan Komando Tentara Teritorium (Kesko TT)-III/Siliwangi diganti sebutannya menjadi Korps Komando Angkatan Darat (KKAD) pada 1953 yang merupakan cikal bakal Kopassus. Konsep Baret Merah diambil lantaran saat itu belum ada baret berwarna merah membara seperti sekarang.
![Daun Teh Direbus Air Sabun, Kisah di Balik Pembuatan Baret Merah Kopassus]()
Saat itu, KKAD menerima baret berwarna cokelat sama seperti pasukan artileri. Untuk memberi rona warna merah sekaligus membedakannya dengan baret cokelat biasa, baret pembagian direbus air teh dicampur dengan sabun. Sejak saat itu, Baret Merah menjadi ciri khas Kopassus, pasukan kecil yang memiliki kemampuan mematikan.
Penggunaan Baret Merah oleh Kopassus memiliki filosofi yang mendalam. Warna merah baret Kopassus ini mengandung arti keberanian yang luar biasa, motivasi tinggi untuk meraih kesuksesan, kematangan dalam pola pikir dan olah rasa, mempunyai keseimbangan dalam Intelligent Quotient (IQ) dan Emotional Quotient (EQ). Sekaligus melambangkan bahwa dalam setiap penugasan harus tercapai suatu kemenangan dalam merebut sasaran yang diperintahkan.
Hal itu sesuai dengan harapan pendiri Kopassus Mayor Inf. Moch Idjon Djanbi yang menginginkan pasukan yang dibinanya bisa dikenal seperti “The Red Devils” atau pasukan Para Inggris pada Perang Dunia (PD) II.
Baca juga: Keren! Ini Desain Seragam Tempur Masa Depan Hantu Rimba Kopassus
Dikutip dari buku “Kopassus untuk Indonesia” Jilid II, konsep “Baret Merah” sendiri baru digunakan ketika Kesatuan Komando Tentara Teritorium (Kesko TT)-III/Siliwangi diganti sebutannya menjadi Korps Komando Angkatan Darat (KKAD) pada 1953 yang merupakan cikal bakal Kopassus. Konsep Baret Merah diambil lantaran saat itu belum ada baret berwarna merah membara seperti sekarang.

Saat itu, KKAD menerima baret berwarna cokelat sama seperti pasukan artileri. Untuk memberi rona warna merah sekaligus membedakannya dengan baret cokelat biasa, baret pembagian direbus air teh dicampur dengan sabun. Sejak saat itu, Baret Merah menjadi ciri khas Kopassus, pasukan kecil yang memiliki kemampuan mematikan.
Lihat Juga :