Basarah Sebut Kelompok Ekstremisme Manfaatkan Demokrasi, HAM, dan Teknologi
Senin, 06 Desember 2021 - 23:11 WIB
loading...
Ketua Umum DPP PA GMNI Ahmad Basarah mengatakan kelompok ekstremismeme manfaatkan demokrasi, HAM, dan kemajuan teknologi untuk memuluskan cita-citanya. Foto/SINDOnews/Kiswondari
A
A
A
BANDUNG - Klaim kemenangan ideologi liberalisme-kapitalisme makin memicu pandangan dan tindakan radikalisme-ekstremisme yang dikonstruksikan atas interpretasi agama secara sempit di tengah masyarakat. Hal ini tidak hanya menyebabkan munculnya eksklusivisme dalam hubungan sosial tetapi juga melahirkan berbagai tindakan kekerasan dan agresi terhadap kelompok masyarakat lain.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum DPP Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Ahmad Basarah dalam pidato pembukaan Kongres IV PA GMNI di Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (6/12/2021). Baca juga: Jenderal TNI Ini Diam-diam Jalin Hubungan Terlarang dengan Israel Demi Selamatkan RI-1
“Ekstremisme agama ini melahirkan ‘politik antisemua’, kecuali pada kelompok dan keyakinan mereka sendiri. Mereka menolak dan memusuhi sistem sosial yang multikultural, Pancasila, NKRI, hingga pemerintahan yang menjalankan mandat rakyat yang dipilih secara demokratis,” ujar Basarah melalui keterangannya kepada wartawan.
Namun anehnya, Wakil Ketua MPR ini melanjutkan sebagian dari kelompok ekstremisme ini justru memanfaatkan demokrasi, hak asasi manusia (HAM), dan kemajuan teknologi untuk memuluskan cita-citanya.
“Tapi anehnya, sebagian mereka juga menerapkan standar ganda dengan memanfaatkan demokrasi, HAM, dan kemajuan teknologi informasi serta media sosial itu sendiri untuk mewujudkan cita-cita perjuangannya,” jelasnya.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum DPP Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Ahmad Basarah dalam pidato pembukaan Kongres IV PA GMNI di Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (6/12/2021). Baca juga: Jenderal TNI Ini Diam-diam Jalin Hubungan Terlarang dengan Israel Demi Selamatkan RI-1
“Ekstremisme agama ini melahirkan ‘politik antisemua’, kecuali pada kelompok dan keyakinan mereka sendiri. Mereka menolak dan memusuhi sistem sosial yang multikultural, Pancasila, NKRI, hingga pemerintahan yang menjalankan mandat rakyat yang dipilih secara demokratis,” ujar Basarah melalui keterangannya kepada wartawan.
Namun anehnya, Wakil Ketua MPR ini melanjutkan sebagian dari kelompok ekstremisme ini justru memanfaatkan demokrasi, hak asasi manusia (HAM), dan kemajuan teknologi untuk memuluskan cita-citanya.
“Tapi anehnya, sebagian mereka juga menerapkan standar ganda dengan memanfaatkan demokrasi, HAM, dan kemajuan teknologi informasi serta media sosial itu sendiri untuk mewujudkan cita-cita perjuangannya,” jelasnya.
Lihat Juga :