Ketua PBNU: Kita Jangan Main-main dengan AD/ART NU
Senin, 06 Desember 2021 - 16:46 WIB
loading...
Ketua PBNU Habib Muhammad Salim Al Jufri mengingatkan bahwa sesuai Konbes 2021, penjadwalan ulang Muktamar ke-34 NU dilakukan oleh PBNU. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU ) Habib Muhammad Salim Al Jufri mengingatkan bahwa sesuai Konferensi Besar (Konbes) 2021, penjadwalan ulang Muktamar ke-34 NU dilakukan oleh PBNU. Hal ini disampaikan menyusul adanya penjadwalan ulang Muktamar NU oleh sejumlah pihak.
"Konbes itu forum tertinggi kedua setelah Muktamar. Konbes NU tahun 2021 sudah memutuskan penjadwalan ulang pelaksanaan muktamar diserahkan ke PBNU," kata Habib Salim dalam keterangannya, Senin (6/12/2021).
Habib Salim juga meminta semua pihak memahami dan tunduk kepada mekanisme organisasi yang diatur dalam AD/ART dan peraturan organisasi NU. "Kita jangan main-main dengan AD/ART NU," katanya.
Baca juga: Rais Aam: Konbes NU Jelang Muktamar Digelar 7 Desember 2021
Menurut Habib Salim, untuk mengatasi perbedaan pendapat menyangkut waktu penyelenggaraan Muktamar NU adalah tunduk terhadap Keputusan Konbes NU, yakni rapat PBNU. Bahkan jika harus digelar Konbes NU lagi harus melalui keputusan rapat PBNU.
"Rapat Harian Syuriyah-Tanfidziyah PBNU merupakan mekanisme organisasi yang sekali pun harus kita pahami sebagai forum untuk mengajak kita semua, baik yang di Syuriyah maupun Tanfidziyah untuk duduk bersama menghadapi masalah bersama. Bukan oleh orang per orang atau empat orang yaitu Rais 'Aam, Katib 'Aam, Ketua Umum, dan Sekretaris Jenderal. Kalau harus Konbes lagi sekali pun harus melalui Rapat Harian Syuriyah-Tanfidziyah PBNU. Kalau tidak ya Konbes tidak sah," kata mantan Ketua PWNU NTT ini.
"Konbes itu forum tertinggi kedua setelah Muktamar. Konbes NU tahun 2021 sudah memutuskan penjadwalan ulang pelaksanaan muktamar diserahkan ke PBNU," kata Habib Salim dalam keterangannya, Senin (6/12/2021).
Habib Salim juga meminta semua pihak memahami dan tunduk kepada mekanisme organisasi yang diatur dalam AD/ART dan peraturan organisasi NU. "Kita jangan main-main dengan AD/ART NU," katanya.
Baca juga: Rais Aam: Konbes NU Jelang Muktamar Digelar 7 Desember 2021
Menurut Habib Salim, untuk mengatasi perbedaan pendapat menyangkut waktu penyelenggaraan Muktamar NU adalah tunduk terhadap Keputusan Konbes NU, yakni rapat PBNU. Bahkan jika harus digelar Konbes NU lagi harus melalui keputusan rapat PBNU.
"Rapat Harian Syuriyah-Tanfidziyah PBNU merupakan mekanisme organisasi yang sekali pun harus kita pahami sebagai forum untuk mengajak kita semua, baik yang di Syuriyah maupun Tanfidziyah untuk duduk bersama menghadapi masalah bersama. Bukan oleh orang per orang atau empat orang yaitu Rais 'Aam, Katib 'Aam, Ketua Umum, dan Sekretaris Jenderal. Kalau harus Konbes lagi sekali pun harus melalui Rapat Harian Syuriyah-Tanfidziyah PBNU. Kalau tidak ya Konbes tidak sah," kata mantan Ketua PWNU NTT ini.
Lihat Juga :