Ambang Batas Parlemen 7%, Puluhan Juta Suara Pemilih Terancam Hangus

Senin, 08 Juni 2020 - 08:08 WIB
loading...
Ambang Batas Parlemen...
Foto: dok/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Forum Sekjen Pro Demokrasi menilai puluhan juta suara terancam hilang pada Pemilu 2024 jika Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu disahkan. Dalam RUU tersebut, parliamentary threshold (PT) direncanakan naik dari 4% menjadi 7% pada Pemilu 2024.

Besaran angka 7% itu tercantum dalam draf RUU Pemilu yang disusun Badan Keahlian DPR (BKD). PT 7% ini dinilai hanya akan menguntungkan partai-partai besar, seperti PDI Perjuangan (PDIP), Golkar, dan Gerindra. RUU Pemilu tersebut ditargetkan selesai dibahas pada 2021. Rencananya, pada 8 Juni nanti sebelum masa sidang IV, seluruh fraksi diminta sudah menyampaikan pendapat terkait draf RUU Pemilu, apakah setuju, tidak setuju, atau punya pendapat lain. (Baca: Ini Rincian Protokol New Normal di Lingkungan Bandara)

“Filosofi krusial yang hilang dari RUU Pemilu adalah tentang keadilan dan persatuan. Tampak jelas dipertontonkan bahwa hasrat kekuasaan secara terang benderang mengalahkannya,” ujar Sekjen Hanura Gede Pasek Suardika dalam pertemuan via video conference, Sabtu malam (6/6/2020).

Hadir dalam pertemuan ini Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso, Sekjen Bulan Bintang Afriansyah Ferry Noor, Sekjen Hanura Gede Pasek Suardika, Sekjen Garuda Abdullah Mansuri, Sekjen Perindo Ahmad Rofiq, Sekjen PSI Raja Juli Anthon, dan Sekjen PKP Indonesia Verry Surya Hendrawan. Gede Pasek mengatakan, RUU Pemilu ini jelas akan mengancam kenusantaraan. Alasannya, Indonesia diatur dan dikuasai oleh warga dari berpenduduk padat. Karena perhitungan suara sah adalah jumlah orang yang menjadi pemilih diutamakan.

“Dampaknya di daerah yang tidak padat bisa tidak diwakili oleh wakil yang layak karena pemilik suara lebih banyak justru bisa gugur oleh mereka yang dapat suara sedikit di daerah itu, hanya karena partainya secara nasional digugurkan oleh aturan PT (parliamentary threshold) yang tidak masuk akal itu,” katanya.

Sekjen Perindo Ahmad Rofiq merasa kecolongan dengan RUU Pemilu. “Ini nyata-nyata kita semua kecolongan. Nggak jelas kapan kajian akademis, kapan diskusi pendahuluan, eh tiba-tiba sudah menjadi prolegnas di DPR RI. Prioritas lagi! Kerja kilat,” kata Rofiq. (Baca: PAN Nilai Usulan Ambang Batas Parlemen 7% Tidak Realistis)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
Minta Masukan RUU Pemilu,...
Minta Masukan RUU Pemilu, DPR Bakal Kunjungi Parpol Parlemen dan Nonparlemen
PDIP Sudah Siap, Ganjar...
PDIP Sudah Siap, Ganjar Minta Percepat Pembahasan RUU Pemilu
PDIP Bentuk Tim Evaluasi...
PDIP Bentuk Tim Evaluasi RUU Pemilu, Andreas: Saya Dengar Inisiatifnya Diambil Alih Pemerintah
GKSR Bakal Buka Komunikasi...
GKSR Bakal Buka Komunikasi ke Pimpinan DPR dan Pemerintah soal RUU Pemilu
Prabowo Tantang Lawan...
Prabowo Tantang Lawan Politik: Nggak Suka Sama Saya? Silakan Maju di 2029!
15 Tahun Jalan Tak Diperbaiki,...
15 Tahun Jalan Tak Diperbaiki, Warga Cilegon Ancam Golput di Pemilu 2029
Perlindungan Hak Konstitusional...
Perlindungan Hak Konstitusional Warga dalam Pemilu dan Pemilihan
Rekomendasi
Tsunami Tercatat di...
Tsunami Tercatat di 9 Wilayah Indonesia Pascagempa M7,7 di Filipina
BMKG: Peringatan Dini...
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Filipina Berakhir
OSN Kabupaten Kota 2026...
OSN Kabupaten Kota 2026 Resmi Dimulai Hari Ini, Simak Tata Tertib dan Sanksi yang Berlaku
Berita Terkini
KPK Panggil 2 Tersangka...
KPK Panggil 2 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Kapolri Buka Peluang...
Kapolri Buka Peluang Sipil Duduki Jabatan di Polri, Pakar: Modernisasi Kelembagaan
Fokus Belanja Negara
Fokus Belanja Negara
Said Iqbal Bakal Dilantik...
Said Iqbal Bakal Dilantik Prabowo Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Sore Ini
Korlantas Polri Tunda...
Korlantas Polri Tunda Pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2026
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved